Monday, May 14, 2007

Terus berjuang, sobat ! (mungkin dia soulmatemu)

Seakan tahu apa yang sedang aku pikirkan, seorang sobat menyodorkan sebuah tulisan yang dia dapatkan dari seorang teman lewat postingan email. Hmm...


 


Beginikah ?


 


Ketika cinta itu tulus….


Meski kalah kamu tetap menang hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri


Akan tiba saatnya ketika kamu harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintaimu melainkan karena kamu menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kamu melepaskannya


 


Tetapi apabila kamu benar-benar mencintai seseorang, jangan lepaskan dia, jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai melainkan berjuanglah dalam cintamu…itulah cinta sejati


Lebih baik menunggu orang yg kamu inginkan dari pada berjalan dg orang yg tersedia


 


* Ku kan berjuang dengan bantuan Allah dan doa dari orang-orang tercinta


* Untuk teman seperjuangan : Evonk dan Dponz :p

Sunday, May 13, 2007

Ngantuk

Setelah begadang Kamis malam (chat with my sista) sampai ayam berkokok (pk.3 dinihari), dengan terkantunk-kantuk aku harus menghadiri workshop Refreshing Fasilitator untuk Contingency Planning all day pada hari Sabtu. Sungguh udah dicoba buat lebih cepat tidur Jumat malamnya, tetap aja ga bisa. Urrrrh.... jadi aja kondisi wajah ga cocok ama judul workshop REFRESHING, karena aku benar-benar ga fresh !


Sabtu malam, kembali Evonk sobat setia nemanin tidur di hotel. Senangnya ! Lagi-lagi .. mana bisa tidur cepat ... Jadi deh, begadang lagi. Udah gitu, aku punya janji untuk mentranslate bahan presentasi seorang Bapak (pejabat gitu lo... ), udah deh aku harus  merelakan waktu tidur untuk memenuhi janji.


Sekarang judulnya AKU NGANTUK BANGET !

Thursday, May 10, 2007

Siapakah dia ?

 


 


Dia


Terlalu indah untuk diterjemahkan


dalam bahasa manapun


kalau kau bertanya


aku pun tak mampu jawab


karena jemari - Nya


telah jadikan dia begitu indah


hingga ku hanya bisa


 berbisik agar DIA


tetap jadikan dia begitu


Amin


 

Monday, May 7, 2007

Hamil.. Punya Anak.. HARUSKAH ?

Wajah tua itu mendadak kehilangan sinar ketika menceritakan kesedihan putrinya yang setelah tujuh tahun menikah belum juga dikaruniai anak. Tak sanggup lagi rasanya menahan kedukaan atas keluh kesah putrid tercinta, sebut saja namanya Sasha. Semenjak menikah, hanya sesekali dia bisa bertemu dengan putri bungsunya tersebut karena jarak yang memisahkan. Anak yang selama ini dibesarkan dengan curahan kasih sayang yang sempurna menghadapi masalah pelik dan sekedar belaian pun tak sanggup dia berikan. Air mata itu turun satu-satu, berharap setengah beban bisa dilepaskan.


 


“Sasha divonis dokter tidak akan bisa punya anak karena rahimnya telah diangkat oleh satu sebab. Harapan untuk mempunyai keturunan pupus sudah. Sebenarnya, Sasha pun sudah bisa menerima kenyataan dengan hati lapang dan berusaha menghapuskan segala gundah dan kesedihannya. Namun, luka itu meradang lagi di saat pertanyaan demi pertanyaan mertua membebaninya, kapan dia akan memberikan cucu seperti menantu-menantu lainnya. Tante kasihan sekali sama Sasha. Semoga dia bisa sabar. Tante sedih sekali…”


 


Sesekali dia menghela nafas dan menghapus air mata. Aku memanggilnya Tante. Tak ada yang bisa aku lakukan karena sesungguhnya Tante sangat bertawakal kepada Allah. Dia sangat percaya Allah takkan pernah memberikan ujian melebihi kemampuan hamba-Nya. Nurani sebagai ibu lah yang membuatnya menangis. Betapa dia bisa rasakan kerinduan Sasha untuk bisa memiliki momongan, membahagiakan suami, orang tua dan saudara-saudara di sekitarnya. (mungkin hal ini juga dirasakan oleh muslimah-muslimah lainnya yang merindukan kehadiran janin di rahim mereka).


 


Logikanya, siapa sih wanita yang ga ingin hamil, tapi haruskah dipaksa hamil ?


 


Sejurus Tante menenangkan diri… dan sesungging senyum menggayut di bibirnya, “Tapi Allah sungguh adil ya? Tante agak lega dan bersyukur sekali Sasha didampingi oleh suami yang shaleh. Tadi malam suaminya menelpon Tante dan bilang bahwa ibunya sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi. Dia telah membuat pengakuan kepada ibunya bahwa dialah yang bermasalah sehingga Sasha tidak mungkin bisa hamil. Dengan begitu dia berharap ibunya takkan bertanya lagi kepada Sasha. Tante benar-benar tak menyangka dia mau melakukan itu.”


 


Subhanallaah, kerongkonganku tercekat. Masih adakah suami semulia itu di zaman sekarang? Bukankah dengan membuat pengakuan seperti itu semestinya harga dirinya merasa sangat terbanting? Apalagi yang akan jadi kebanggaan seorang laki-laki yang telah mengakui dirinya impotent? Tapi demi ketenangan batin sang istri, dia harus berkorban walau di sisi lain hatinya juga berontak karena telah membohongi ibunya. Tapi untuk saat ini hanya itu solusi terbaik bagi permasalahan yang sedang dihadapinya.


 


Ternyata, masih banyak yang berjiwa "seperti Rasulullah” karena sebagaimana yang kita ketahui, hanya dari Siti Khadijah Rasulullah mempunyai keturunan dan dua putra yang disayangi beliau pun meninggal di usia yang sangat muda. Tapi Rasulullah tidak pernah membebani istri-istrinya yang lain untuk memberikan keturunan. Wallahu a’lam.

Sunday, May 6, 2007

Untuk Sahabatku ... Terimakasih

Untuk semua teman yang telah mendampingi hidupku


Yang ingatkan ku untuk selalu cintai-Nya


Yang tak letih tegurku di saat lengah


Yang mengganti air mata dengan senyuman


Yang menguntai doa di keheningan malam


Yang sabarkanku di saat gundah


Yang buatku merasa sangat berarti


Terimakasih atas persahabatan kita


Ku Sayangimu karena Allah


 

Wednesday, May 2, 2007

Lega setelah berkata "TIDAK"

Lega banget rasanya setelah bisa mengeluarkan satu kata "TIDAK!". Aku paling ga bisa bilang TIDAK jika ga ada alasan yang bisa dikemukakan untuk berkata TIDAK. Walau kadang alasannya sederhana sekali, hatiku ingin berkata "TIDAK" tapi itu tidak cukup untuk dijadikan alasan kepada seseorang yang menunggu jawaban dan berharap aku berkata "IYA".


Akhirnya aku berhasil berkata TIDAK !


 


 

Pre Menstrual Syndrom - During Menstrual Syndrom

Mendadak sedih, ga mood, bete, pengen marah, malas makan, sebel... Huhh.. segala rasa tumpah ruah gini. Padahal jauh-jauh hari aku udah antisipasi "Awas, ntar lagi lo jadwalnya... calm down.. stay cool... " tapi lagi-lagi gagal total. Tetap aja uring-uringan, tetap aja segala rasa tadi merajalela. Seremnya, orang-orang dekat bisa jadi korban. Pain killer emang bisa ngurangin sakit di perut tapi nyeri di segala persendian dan nyeri di hati kagak bisa ilang pake obat .


Kata mama sih.. klo ibu kita dulunya ngalamin gitu, berarti akan ada anaknya kayak gitu juga. Ah masa sih ? Dulu di Biologi, aku ga pernah dapat pelajaran kayak gitu tuh. Trus, serem juga kan, katanya sih dikaitkan apa reproduksi.. bakalan susah punya anak. Kutanya mama, mama malah bilang "Ah, engga tuh.... mama dulu parah sampai tiga hari ga masuk sekolah tapi buktinya kalian hampir tiap tahun muncul ke dunia" hehehe tul juga.


Biar ga kejadian peristiwa ga enakan ma lingkungan sekeliling, terutama di kantor.. Aku selalu ngasih warning "Waspadalah ! Lagi PMS nih!". Satu teman ce nyelutuk "Ga malu gitu, teman-teman co pada tau?". Ye... ngapain malu ? Buktinya, ketika dikomunikasikan, mereka malah ngerti. Dulunya mereka sering sebel klo aku udah uring-uringan tapi setelah ada pengumuman, klo aku marah.. mereka akan bilang "Marah aja biar lega". Haha... marah waktu PMS mah ga ada hubungannya ama lega ato ga, out of control itu mah.


Adik iparku pernah bilang gini "Uni, abang pengertian banget lo klo aku lagi PMS bahkan sampe mijitin segala. Kok dia bisa tau uni ?". Ya iyalah... siapa dulu Kk nya ? Aku ga mau adik-adik co ku nyari sex education di luar. Selagi aku bisa mengkomunikasikan segala yang dia perlu tau.. ya kasih tau aja lagi. Sepele emang keliatannya .. PMS aja gitu lo.. tapi besar efeknya !!!


Sampai sekarang belum diketahui hubungan perubahan hormon dengan perubahan psikis yang dialami oleh seorang wanita selama PMS.


So, cowo-cowo .. pada ngerti deh klo ada sodara, teman atau istri yang lagi PMS. Mereka juga ga mau uring-uringan kok ... Cape lagi ! Tul ga teman-teman ?


PMS = pre menstrual syndrom/post menstrual syndrom


DMS = during menstrual syndrom (istilah gw sendiri)