Everyday, we must get lessons of life. We can through the next days just if we can learn from day we have passed. I hope I can share all the experience of life with you. I believe there is no bad person in the world. If there is crime in the world, it is just because of wrong choice made by human being.
Sunday, June 3, 2012
Memaafkan "pengkhianatan"
Pertama,
Seorang isteri merasa dikhianati suaminya saat dia hamil berat. Suami menikah siri dengan seorang wanita yang tak pernah dikenal sebelumnya. Kepercayaan yang selama ini dititipkan terkoyak begitu saja dan sulit untuk dipulihkan. Sang suami bertahan tidak mau meninggalkan isteri keduanya sebagai syarat yang diajukan. Pilihan pilih aku atau dia ternyata tidak mempan dengan alasan : tanggungjawab terhadap kedua isteri sekarang sama! Untuk menggugat cerai pun tak mungkin karena hukum sosial belum tentu berpihak pada seorang "janda", sementara jika tetap bertahan hati serasa disayat-sayat sembilu setiap kali suami minta izin untuk menemui isteri keduanya.
Akhirnya si isteri memberikan pernyataan yang sangat tegas "Jangan temui perempuan itu lagi jika rumah tangga kita masih ingin dipertahankan." Dan suami sepertinya menuruti .. walaupun tetap tidak bersedia menceraikan. Si isteri dengan tegas menyatakan "Kalau ketahuan menemui dia lagi, aku tidak bisa memaafkan dan hidup bersamamu lagi. Kita pisah!" Alhamdulillah dengan ultimatum ini, rumah tangga mereka masih bisa dipertahankan. Walaupun sang isteri mengatakan "Sulit sekali melupakan pengkhianatannya tapi kebaikannya begitu banyak. Dia hanya khilaf."
Kedua,
Seorang isteri mungkin tidak dikhianati secara langsung oleh suaminya karena memang tidak ada bukti ke arah sana. Si isteri hanya menemukan sms-sms mesra dari seorang perempuan yang terbaca jelas melalui layar HP si suami. Sementara sms suami tak satupun bernada mesra tapi membalas setiap sms yang datang dari sang wanita. Sms balasan itu menyiratkan bahwa sang suami memberi ruang agar si wanita bisa masuk ke dialog yang lebih pribadi. Mau tidak mau, sang suami berkontribusi terhadap dalamnya perasaan si wanita tersebut. Dengan logikanya yang masih bisa dikendalikan, isteri meminta kejujuran suami. Sang suami berkata bahwa dia tidak punya perasaan apa-apa, sms-sms itu hanya untuk menghargai wanita itu sebagai rekan kerja.
Isteri akhirnya membuat ketegasan, "Aku hanya ingin mempertahankan rumah tangga kita jika kamu juga ingin mempertahankan. Jika kamu sudah tidak sayang lagi sama aku, bilang baik-baik. Aku memilih untuk tidak lagi bersamamu karena hati tidak bisa dipaksakan." Rumah tangga mereka juga berhasil dipertahankan karena mereka berdua saling introspeksi diri dan memperbaiki cara berkomunikasi, lebih berupaya mendalami apa yang disukai dan apa yang tak disukai pasangan.
Ketiga,
Hubungan rumah tangga yang dibina sudah lebih dari lima belas tahun. Dulu suami yang "mengejar-ngejar" sehingga wanita yang sekarang bertitel "isteri" itu luluh. Suami termasuk laki-laki yang tak pernah neko-neko. Sang isteri cerdas dan cantik. Anak-anak juga sama, perpaduan orang tua yang serasi. Tiba-tiba rumah tangga terusik ketika suami mengakui telah menikah siri dengan seorang wanita. Pernikahan itu telah berlangsung lebih dari satu tahun. Rasa sakit tak terperikan. Kesetiaan terenggut begitu saja karena jarak yang memisahkan. Lebih sakit lagi, ketika disuruh memilih sang suami lebih memilih untuk pergi bersama isteri keduanya, meninggalkan dirinya dan anak-anaknya.
Isteri memilih pasrah dan menerima keadaan dengan mengumpulkan segenap kesabaran. Memilih untuk tetap mempertahankan rumah tangga dan menerima kehadiran "mitra" baru dalam rumah tangga mereka.
Ketiga isteri ini adalah isteri yang kuat hatinya walaupun keputusan yang mereka ambil tidak sama. Ketiganya memaafkan orang yang paling dicintainya dengan cara mereka masing-masing.
Aku tak tahu hikmah lainnya.
Begitu sulitkah mempertahankan kesetiaan bagi seorang laki-laki ?
Benarkah kebolehan untuk berpoligami membuat wanita tak berkutik karena dengan berlatar belakang ayat tersebut pengkhianatan dianggap tak ada ? hmmm....
*midnite 4 Juni 2012*
Tuesday, May 22, 2012
Jangan Cemburui Aku !
Tubuh meriang karena dalam seminggu ini memang "diforsir" untuk menuruti perintah si empunya. Jadilah hari ini dia protes. Hidung meler, mata panas, otak tidak mampu diajak berpikir yang serius. Arena yang paling tepat untuk berbagi .. ya Multiply donk!
Dalam sejarah per-blog-an, belum pernah aku dikecewakan oleh teman-teman MPers dengan komen-komennya. Beda banget sama jejaring sosial lainnya... hmmm...
Lagi pengen curhat ga jelas nih.
Besar dan tumbuh sebagai seorang wanita tomboy (walaupun sekarang tampilan sudah mulai feminim ha ha ha..) membuatku benar-benar menikmati pergaulan dengan cowo.
Tapi catat lo ya : tanpa sentuhan, tanpa mesra-mesraan ... (harga diri itu tak bisa dibeli bo! dan hanya kita yang punya bandrolnya ... ).
Nah, aku merasa Allah memberiku berkah hidup dari persahabatan tersebut. Terutama dari cowo-cowo yang aku panggil abang. Aku merasa disayang dan diperhatikan oleh mereka. Dari bahasa-bahasa yang diverbalkan, terutama lewat panggilan "adek" atau "adiak" walaupun tanpa kata-kata "sayang". Tapi dengan "kerajinan" mereka menelepon ataupun sms untuk hal-hal tak penting membuatku yakin mereka peduli padaku.
Kadang sms hanya berisi "hai!" atau nelepon hanya bilang "Lagi ngapain ?" dan aku jawab sekenanya "lagi malas" trus dijawab lagi, "Ya udah, lanjutin malasnya" dan telepon dimatikan... ha ha ha... seru kan ? Tapi, buatku ... keanehan, kejailan, kekocakan mereka lah yang membuat hidupku sangat berwarna.
Suatu hari aku berniat untuk sedikit kolokan pada abang angkatku (abang1), minta diajak Tour de Singkarak yang akan berlangsung di awal Juni eh malah dijawab, "Boleh, asal mau ngangkatin tripod abang ya." Waduh! Permintaan yang serius dijawab sekenanya dan aku harus berjuang selama seminggu untuk jawaban "Ya, boleh". Setelah itu, entahlah ha ha ha...
Bahkan, sobat cowokku bisa semena-mena bilang "Dasar gila loe!" dan ku jawab dengan santai "Gw kuatir klo gw ga gila, loe ga mau lagi temanan ma gw." .. Ah, hanya mereka yang merasa benar-benar dekat lah yang berani mengeluarkan aneka kata buat seorang Patra. Jangan coba-coba sok kenal sok dekat juga, aku ini bisa galak juga lho ... Dan sobatku ini secara tak sadar sering bilang, "Loe emang tahu kelemahan gw. Salut gw!" ketika aku berhasil menghentikan omelannya.
Nah, yang lebih parah .... beberapa orang diantara mereka malah bisa telepon malam-malam atau dinihari hanya sekedar jail dan kemudian nyuruh tidur lagi. Katanya cuma pengen ngetest apakah relawan bencana memang siaga 24 jam (abang2). Tak jarang aku ditelepon tengah malam atau hampir subuh hanya untuk minta aku ngomong di "frekuensi". Setelah itu aku sulit sekali buat tidur lagi .. dan lupa semua yang aku obrolin tadi malam, he he he
Ada juga yang kadang nelfon karena ingin mengisi waktu - bosan menunggu big bos yang sedang ada kegiatan. Dengan senang hati, aku akan mendengarkan cerita-ceritanya tentang apa saja (abang3). Atau kadang, karena bigbos pergi dan si abang nyari sasaran yang bisa "digangguin" tanpa komplen. Jadilah aku pendengar yang baik. Abang ini tidak sejail yang lainnya. Obrolanpun lebih pada seputar hikmah kehidupan, cie.... cie...
Lagi-lagi aku tak pernah bisa marah karena buatku kejailan-kejailan itu adalah sebentuk kedekatan dan perhatian yang aku yakini tak diberikan kepada semua orang. Karena mereka merasa nyaman dengan kecuekan ku.
Dan, suatu ketika seorang abang (abang4) meneleponku untuk mengantarnya ke bandara kemudian menitipkan mobilnya selama seminggu eh tidak cukup sampai di situ.. si abang dengan innocentnya menyuruh aku ke bengkel untuk memperbaiki bagian mobil yang rusak. Jihaaaaah.... mantap benar kan ? Rasa tak bersalahnya "merepotkan" telah membuatku merasa berarti jadi seorang adik.
Akhirnya, mau tidak mau, suatu saat nanti jika aku ditakdirkan untuk berkenalan dengan seseorang yang mungkin akan menjadi imamku, aku hanya ingin berpesan "JANGAN CEMBURUI AKU!" karena dari semua teman cowokku yang banyak, dialah yang dipilihkan Allah untuk jadi pendampingku.
Lagian, nanti cape sendiri mencemburui aku ... yang punya segudang teman cowo
Segitu saja kisahku di siang ini ...
Moga ga jadi demam ... :)
Thursday, April 19, 2012
Bukan Tak Terganti
Dalam apapun bentuk hubungan, orang pasti membutuhkan rasa nyaman. Persahabatan, persaudaraan, pertemanan... apalagi hubungan yang akan berlanjut pada pernikahan. Hahaha kebanyakan mikir dan pertimbangan nih gw.
Nah, ga salah juga donk klo hati gw bilang kalau rasa nyaman yang dia hadirkan begitu menyatu dengan detak kehidupan. Bukan tak bersyukur juga, kalau banyak yang ngasih perhatian dan gw balas dalam bentuk perhatian yang tulus tanpa "embel-embel" masa depan. Cukup segitu saja.... dan gw sangat bersyukur.
Buat yang satu itu ? Hmm... gw butuh kenyamanan yang setara dengan yang pernah dan masih dia berikan. Ahaaaaay... jatuh hati pada pribadinya tak berkesudahan.
Tapi bukan berarti dia tak terganti lho.......... dan emang dia ga akan pernah terganti karena pribadi tiap orang berbeda. Ini hanya tentang pilihan hati dan ketentuan takdir.
Santai sajalah....
Sunday, April 15, 2012
Welcome to My Family, Abang
Sabtu kemaren (14 April 2012) abang angkatku resmi diterima menjadi bagian dari anggota keluarga Parkit 7. Entah abang yang keberapa tapi setidaknya tidak semua abang punya kesempatan untuk diterima dengan baik di keluargaku.
Papa dan mama mempunyai intuisi khas untuk menerima atau tidak menerima seseorang menjadi "bagian" dari anggota keluarga dan abang yang satu ini lolos sensor. Papa keliatan bahagia sekali dapat lawan ngobrol yang nyambung. Tapi kayaknya si abang harus bersabar karena papa hobi sekali mengulang-ulang kalimat sampai puas ha ha..
Sementara mama, seperti biasa .. lebih banyak curhat tentang penyakit beliau dan betapa bahagianya sekarang sudah bisa melepaskan tongkat yang menopang tubuhnya selama lima bulan ini.
Uul juga sangat welcome, biasanya frekuensinya sulit disamakan dengan teman-teman baruku. Ada aja kritikannya... yang temanku ga balas salamlah ... yang becandanya keterlaluanlah tapi abang sepertinya lolos fit and proper test he he he
So, welcome to my family, bang....!
with love
adek
Friday, April 6, 2012
Rindu Kamu
Rasa yang melukis lengkung di bibirku ketika mengingatmu
Rasa yang tak biasa
Memabukkan hingga ku tak ingin tersadar
karena tak sanggup kehilangan kamu
Aku rindu
tapi tak mampu ku bahasakan
Aku rindu
tapi hati ini malu tuk ungkapkan
Cukup bahagiaku ketika mengetahui kamu baik-baik saja
Biarlah ku tahan rindu ini
karena begitulah cara aku menyayangimu
Mungkinkah kau tahu?
Rindu!
Thursday, February 16, 2012
Aku Bertemu Nazarudin di Brisbane
Aku tak begitu betah menonton televisi karena beritanya suka bikin gerah dan membangkitkan emosi, sepertinya berita tanah air didominasi oleh berita-berita provokatif-non edukatif. Namun malam itu televisi jadi teman setiaku yang lagi tak enak badan namun tetap harus menyelesaikan tugas-tugas kantor. Setiap kali mata lelah dan jari telah penat menekan tuts-tuts laptop, aku lirik sebentar layar segi empat itu. Ah, tetap saja .. hatiku tak tertarik.
Sampai suatu iklan mampu menyedot seluruh rasa penasaranku. Iklan gantungan kunci! (aneh banget ya .. ada iklan gantungan kunci?) dan gantungan kunci itu hanya ada di Brisbane, Australia!
Aku harus mendapatkannya… harus…! Ku hitung-hitung tabungan.. cukuplah untuk membeli tiket pp, makan dan nginap satu malam serta untuk membeli gantungan kunci itu pastinya. Yes..!
***
Duh! Kerongkonganku tiba-tiba tercekat, jam sudah menunjukkan pk. 16.00 WIB, yang artinya pesawatku telah berangkat. Oh tidaaaaaaaaaaaak…. aku panik setengah mati. Barang-barang yang sudah dipacking seakan-akan menertawakan keteledoranku.
Tunggu..! Cek lagi tiket.. Aha..! Ternyata aku salah lihat, pesawatku pk. 18.00 WIB, yang artinya masih ada waktu yang lebih dari cukup menuju Bandara International Minangkabau (BIM). Alhamdulillaah.. tiket ga jadi hangus. Mama, papa dan adikku geleng-geleng kepala melihat ku yang kalang kabut. Mereka tak pernah melihatku un-well prepare begini. Terserah deh.. di otakku hanya ada gantungan kunci itu!
***
Singkat cerita.. sampailah aku di Brisbane. Entah bagaimana aku bisa kesasar ke dalam sebuah gedung, yang ternyata itu adalah gedung pengadilan! Hmm.. gedung pengadilannya kayak mall, pastilah para tersangka senang diadili di sini he he he…
Tiba-tiba dari kejauhan, sebuah wajah yang sangat ku kenal melambaikan tangan dan memanggil namaku dengan sapaan akrab, “Patra…. Patra….. hey… “. Lelaki itu menghampiriku sambil tetap menebar senyum hangat. Ya ampuuuun… Itu kan Nazarudin, yang wajahnya sering menghiasi televisi akhir-akhir ini. Kok dia kenal aku ya ? Gawat! Aku ga ingin ikut-ikutan terbawa kasus ah..
Tapi harus bagaimana sekarang, ku sudah berada tepat di hadapannya. Dia melanjutkan sapaan, “Kok loe bengong ngeliatin gw ? Gw berubah banyak ya ?” Idiih, nih orang kayak yang ga bermasalah aja, sungguh ramah, sopan dan bersahabat, tanpa beban. Lama-lama aku mikir, “Jangan-jangan aku yang amnesia kali ya ?”
Aku hanya bisa membalas dengan senyuman sambil berbasa-basi dikit.
Belum habis rasa terkejutku dengan sapaan Nazarudin eh dari dalam ruangan sidang muncul satu orang lagi. Duh..! Ini lebih bikin kaget, jantung hampir berhenti berdetak. Wajah laki-laki muda ini begitu aku kenal. Hampir sepuluh tahun kami mempunyai ikatan persaudaraan. Tapi, mengapa dia ada di sini ya … ?
Penampilannya sungguh beda. Dia terlihat gagah dengan pakaian kebesarannya sebagai pengacara.
“Uni….! Bengong aja! .. Ga senang ya ketemu aku di sini ? Kan udah lama kita ga ketemu.”
Masih bingung, aku nanya, “Lha, kamu ngapain di sini ? Udah pindah ? Kok ga ngasih tahu?” Karena baru sebulan lalu aku berkomunikasi dengannya dan isterinya, mereka masih menetap di Jakarta. Nah lho, kok sekarang ada di Brisbane ? (sejenak.. gantungan kunci terlupakan)
“Alhamdulillah ni, adikmu yang ganteng ini sekarang jadi pengacaranya Nazarudin. Uni menyimak kasusnya kan?”
(dalam hati : ya iya sih.. tapi kok kamu ga pernah keliatan di TV ?)
“Uni pasti bangga, adik uni sekarang udah jadi orang… hayo.. ngaku … jangan bengong aja.”
***
“Bundo…. bangun bundo, udah setengah tujuh…!” (Lha suaranya kok jadi ganti suara anak kecil?)
Dengan malas ku buka mata dan ponakanku nan cantik sudah berada tepat di samping tempat tidurku. Nazarudin dan adik angkatku yang pengacara itupun hilang begitu saja. Oalaaaah… ternyata aku mimpi toh ?
Pantes aja dari awal .. ceritanya udah ga jelas framenya ha ha ha ha….
Setelah aku telusuri, penyebabnya adalah :
1. Aku terlalu excited kedatangan teman lama yang sekarang lagi ngambil program Doktor di Brisbane
2. Aku kangen sama adik angkatku (pengacara) yang udah lama ga kontak
3. Tiap kali nonton Tv, yang keluar adalah tayangan tentang Nazarudin
Akhirnya, otakku mengolahnya menjadi sebuah mimpi … lucu juga tapi he he he
tapi tetap ga ada clue buat si gantungan kunci... hmm.. ada apa dengan gantungan kunci ?
Sunday, January 8, 2012
Ketika Seorang Atheis Mengasihani Tuhan
Agenda makan siang berjalan sama seperti hari-hari sebelumnya. Tanpa ada perjanjian tertulis, aku dan teman-teman telah bersepakat untuk selalu makan siang di sebuah kantin. Lokasinya strategis dan pilihan makanannya lebih banyak dibanding yang lain. Tak pernah habis bahan cerita sekalipun setiap hari teman ngumpul itu lagi itu lagi. Aktifitas makan paling lama cuma sepuluh menit tapi ngobrolnya lebih lama, kadang serius kadang santai sekali tergantung siapa yang melemparkan topik.
Tiba-tiba satu-satunya teman kami yang atheis berkata, "Aku kasihan lho sama Tuhan." Suasana yang tadinya riuh rendah diam serentak. Semua mata tertuju padanya. Sadar mendapat perhatian, dia (Molas, bukan nama sebenarnya) melanjutkan lebih bersemangat, "Iya. Aku kasihan sama Tuhan. Lihat saja, banyak sekali orang yang menyatakan dirinya beriman tapi sebenarnya mereka pengkhianat."
Wajah Imax memerah (dia terkenal taat di antara komunitasnya), "Maksud kamu apa, Las?"
Molas melanjutkan dengan tenang, "Jujur saja, di antara kalian di sini .... mengaku muslim tapi ada yang ga shalat, mengaku kristiani tapi ga pernah ke gereja"
Suasana di meja makan semakin hening walaupun kantin masih dipenuhi oleh banyak orang. Aku tak tahu persis apa yang dipikirkan teman-temanku.
Tanpa bisa dicegah, Molas melanjutkan "Nah, giliran kalian dapat masalah langsung deh Tuhan yang disalahin. Dengan menghiba kalian akan mengatakan Oh Tuhan, mengapa Kau beri aku ujian seberat ini ?" Oh Tuhan, mengapa masalah ini menimpaku ? Kalian menjadikan Tuhan sebagai objek atas ketidakmampuan kalian menghadapi masalah hidup. Beda sekali dengan kami para atheis, kami menyelesaikan masalah sendiri tanpa harus menyalahkan siapa-siapa. Wajar kan kalau aku jadi kasihan sama Tuhan ?"
Tak ada yang bisa berkata-kata dan tak seorangpun terpancing untuk berdebat sampai akhirnya acara makan siang selesai. Namun seminggu semenjak kejadian tersebut, beberapa orang temanku yang tadinya tidak shalat sudah tidak lagi meninggalkan shalat.
Pembicaraan siang itu telah MENAMPAR sisi hati terdalam insan yang mengaku BERIMAN tapi tak pernah merasa bersalah ketika melupakan atau meniadakan Tuhan dalam pikiran dan tindakannya. Tuhan hanya sebagai lambang untuk pengisi identitas atau lebih ekstrim ketika Molas yang atheis mengatakan bahwa Tuhan hanya sebagai objek penderita ketika seorang manusia tak mampu menyelesaikan masalah hidup.
Ah.. semoga kita tidak termasuk pengkhianat seperti yang dikatakan Molas atau malah kita lebih munafik dibandingkan seorang atheis ? Meyakini bahwa Allah itu ada dengan sifat-Nya Yang Maha Mengetahui tapi kita tak pernah merasa bersalah atau malu ketika DIA melihat kelakuan kita yang dengan sengaja meniadakan-Nya dengan mengabaikan ibadah dan melakukan hal-hal yang tak disukai-Nya. Na'udzubillaahi min dzalik ...
Astaghfirullaah.. Astaghfirullaah.. Astaghfirullaah 'aladzhiim... Ketika seorang atheis mengasihani Tuhan, mungkinkah kita yang menjadi penyebabnya ?
sebuah catatan di medio 1999
Thursday, May 13, 2010
Sayang Tak Bisa Dibuktikan!
Dialogku dengan seorang teman saat chatting mengingatkanku pada seorang sahabat yang dengan tegas menyimpulkan "Sayang itu tak bisa dibuktikan!"
Aku bilang ma teman chatku kalau aku menyayanginya tapi dia ga percaya. Maka, dengan santai aku bilang, "Biar aja ga percaya karena memang sayang itu ga bisa dibuktikan."
Ingatanku melayang jauh ke sudut sebuah kota dimana seorang sahabat mengajariku arti sayang. Sore itu aku iseng nanya ke dia, "Kok kamu ga pernah nanya apakah aku menyayangi kamu atau engga?"
Dengan santai dia bilang, "Karena aku ngerasain kamu sayang sama aku, jadi aku ga perlu nanya." ... diiringi seulas senyum yang bikin aku makin penasaran.
"Yah.. ga bisa gitu donk. Ada saatnya orang ingin mendapatkan kepastian secara verbal apakah teman, saudara, sahabat atau pasangannya meyayanginya." cecarku.
Dengan tenang dia menjawab, "Untuk apa diucapkan kalau ternyata kamu sama sekali ga ngerasain aku sayang kamu? Bisa-bisa makin rumit kan urusannya? Seringkali sambungannya gini.... Kalau kamu sayang aku, kok kamu engga ingat ultahku.. engga ini dan engga itu... "
Aku makin gusar.. karena aku kan ga kayak gitu. Huh.. nih cowo susah dimengerti jalan pikirannya! Aku ngedumel di dalam hati.
Trus aku lanjutin... "Pantesan kamu ga jawab waktu aku tanya apakah kamu sayang aku."
Tiba-tiba dia menyambar pernyataanku, "Waktu kamu nanya aku, kamu ngerasa ga kalau aku sayang kamu?"
Sejenak aku coba mengingat, "Ya, aku ngerasa kalau kamu sayang sama aku."
Tiba-tiba matanya meredup, "Tapi kamu ga pernah tau kan kalau pertanyaan kamu itu telah membuatku sangat sedih. Buatku, kamu bertanya karena kamu ga merasakan kalau aku sayang kamu. Itu buatku sakit, kamu paham?"
Duuuh.. kok otakku jadi lemot sekali mencerna penjelasannya. Belum tuntas bingungku, dia kembali bertanya... "Kenapa belakangan ini kamu ga lagi menanyakan pertanyaan yang sama?"
Hmm.... aku lagi-lagi bingung. Iya yah... kok aku ga pernah nanya lagi.
"Dengar Patra, rasa sayang itu tidak bisa dibuktikan. Sayang itu hanya bisa dirasakan. Maka, jika seseorang merasakan kasih sayang itu... otaknya akan merasa tenang dan tak perlu memberi sinyal berupa pertanyaan yang dilisankan melalui bibir apakah dia disayang atau tidak. Sayang membutuhkan media berupa perhatian. Nah, perhatian ini bisa dibuktikan! Waktu pertanyaan itu muncul dari kamu, berarti sinyal bahwa aku ga cukup perhatian sama kamu, jadi kutingkatkan saja secara sadar." Dia menguraikan begitu serius .... tapi senyum itu terlihat sangat jail...
Ahaaay.......!!! Kena deh aku! Emang sih waktu dialog ini terjadi, perhatiannya lagi bertubi-tubi dan bikin aku sangat nyamaaaaaaaan. Dengan percaya diri aku bisa mengatakan ke semua orang bahwa dia menyayangiku. Bahkan tanpa harus aku umumkan, orang-orang juga bisa melihat bahwa dia menyayangiku. Aku jadi ingat perkataan beberapa orang temannya, "Dia sayang banget lo sama kamu. Masa kamu ga ngerasa sih?"
Ya...ya... ya... sekarang aku mengerti bahwa;
Sayang itu tak bisa dibuktikan! Maka berusahalah agar keluarga, teman, sahabat dan pasangan kita merasakan bahwa kita menyayanginya melalui perhatian yang tulus karena perhatian bisa dibuktikan!
Terimakasih cinta!
Thursday, April 29, 2010
Tentang Seorang Sahabat
Tak ada yang istimewa, sampai suatu saat kau mengenalnya dan menyadari bahwa dia mampu membahagiakanmu hanya dengan komen-komen sederhananya melalui Facebook. Jika dia tak menulis status, kau kan merasa ada sesuatu yang hilang dan jika dia memperbaharui status, maka kau kan terhipnotis untuk meninggalkan komen karena kau sangat yakin dia tak pernah mengabaikan komen-komenmu.
Ku belajar satu hal darinya : tak perlu sanjungan dan puji puja, tak perlu materi berlimpah, tak perlu tipu daya untuk membina persahabatan. Jadilah diri sendiri dan hargai orang lain dengan kata-kata yang membahagiakan. Itu saja!
Ah... itupun buatku masih sulit. Alasan sibuk masih membelenggu padahal diapun tak kalah sibuknya... dan.. emosikupun sangat mudah dipengaruhi oleh tekanan-tekanan lingkungan dan kadang terekspresikan melalui status yang kutulis. Accountku memang untukku pribadi tapi ku lupa bahwa orang-orang lain akan merasakan dampak dari emosiku.
Ku benar-benar kagum padanya yang sanggup mempertahankan ke-konstanan cara bertutur hingga sepertinya dia sama sekali tak terlihat pernah punya masalah. Dan jikapun ada masalah, diapun mampu mengolahnya menjadi status yang menyenangkan.
Makasih sahabat, ku belajar membahagiakan sesama darimu dengan cara yang sederhana. Moga Allah menyayangimu dan keluarga...
Saturday, May 3, 2008
Trio Fals (siapa yang mau ngundang?)
Thursday, May 1, 2008
Mau lihat aslinya Patra ?
Tuesday, April 29, 2008
Perjuangan vs gapura
Friday, April 25, 2008
Terimakasih telah mencintaiku
Monday, March 31, 2008
Search nama sendiri di google
Wednesday, March 5, 2008
Kursus Singkat Multiply
Saturday, February 16, 2008
Kenapa harus malu?
Monday, February 11, 2008
Tiga Tayangan Pelembut Hati (nonton deh...)
- OPRAH SHOW di Metro TV tiap pagi terutama Jumat-Minggu pk. 10.00. Oprah sekaligus yang menginspirasiku untuk menjadi LEBIH BERARTI bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan
- THREE WISHES, tetap di Metro TV tiap Sabtu pk. 20.00 tentang usaha orang-orang yang peduli untuk mewujudkan impian orang lain. Sering banget bikin aku nangis huhuhu... Betapa ternyata melihat binar mata kebahagiaan orang lain di saat impiannya terkabul sangat menyesakkan dada "ingin sekali bisa seperti mereka..."
- NANNY 911, masih aja di Metro TV tiap Sabtu pk. 16.00, tentang Nanny yang punya misi memperbaiki keutuhan keluarga baik komunikasi suami istri maupun permasalahan anak-anak... juga sering bikin aku menitikkan air mata
Wednesday, January 23, 2008
Apa sih maunya laki-laki?
Friday, November 30, 2007
Bravo, Kanda!
http://youtube.com/watch?v=SdQeyln6yBA