Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Tuesday, July 6, 2010

Tuntas Sudah!

Tuntas sudah kutuangkan seluruh isi hati pada dia yang takkan pernah mengerti bahwa kesendirian telah membawa dunia beserta isinya ke dalam cawan rinduku.

Bahwa tak seorang manusiapun kan sanggup menterjemahkan arti cinta. Apalah daya lidah menahan kata-kata yang ingin diucapkan tuannya walaupun dia tak ingin kata itu terangkai?

Biarlah fatamorgana hanya milik matahari ketika awan tak lagi menghalangi cahaya teriknya.

Semoga diamku jadi jawaban rasamu...

Tuntas sudah!

Friday, February 8, 2008

Melukis Cinta

Telah kulukis mentari di balik gemawan mendung
Sejumput jingga menjari menyentuh butir-butir embun
Kubiarkan hati menari-nari di tengahnya
Beragam rasa mampir meliuk-liuk kadang tak terkendali
Terkungkung harapankah hingga air mata kadang ikut mengawang?
Mengendap di gelap malam tersuruk mengadukan asa
Cinta ya Rabbi
Cinta yang ingin kukumandangkan melalui cakrawala
Cinta yang tak berbatas siang dan malam
Cinta yang takkan membuat-Mu cemburu
Cinta yang jadi pesona dunia lambang sempurna penciptaan
Lengkung mentari  masih menggantung
Harap mendung tersaput sibakkan gemintang
Aku jatuh cinta ya Rabbi
tuk ke sekian kali
Biarkan doa semakin terpuruk di lorong sajadah
Bersama kehadiran malaikat di temaram malam
menunggu janji setia sepasang insan
Hingga selukis lengkung mentari di wajah ini
Kau izinkan membuka pintu syurga


                                                                  Ba'da Subuh, 9 Februari 2008


Friday, November 23, 2007

Sebuah Pesan

SEBUAH PESAN
gerak gerikmu tlah coba kuterjemahkan
kata-katamu tlah coba kuartikan
binar matamu tlah coba kuselidiki
tanyapun tlah kulayangkan
namun tetap ku tak beroleh jawab
sementara kau tetap mengisi waktuku
buatmu mungkin tlah cukup

hanya sebuah pesan
katakan saja apa yang kau mau
ku akan mengerti

Thursday, May 10, 2007

Siapakah dia ?

 


 


Dia


Terlalu indah untuk diterjemahkan


dalam bahasa manapun


kalau kau bertanya


aku pun tak mampu jawab


karena jemari - Nya


telah jadikan dia begitu indah


hingga ku hanya bisa


 berbisik agar DIA


tetap jadikan dia begitu


Amin


 

Tuesday, April 24, 2007

Puisi terindah dari Sapardi Djoko Damono

Aku Ingin


Sapardi Djoko Damono


 


 


aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu kepada api yang menjadikannya abu




aku ingin mencintaimu dengan sederhana;

dengan isyarat yang tak sempat disampaikan

awan kepada hujan yang menjadikannya tiada


 


* hanya ingin berbagi keindahan, diperuntukkan untuk semua teman2 MP :-)

Thursday, April 12, 2007

Tersirat...

ku memang tak pernah bertanya


bukan ku tak mau


sungguh ku tak berani


ku memang berharap


tapi bukan padamu


hanya pada Nya


walau ku tak pernah katakan


DIA mungkin tlah jawab


hingga ku sampai pada sebuah transisi


tapi ku tak menangis


karena ku masih bahagia


hanya


butuh ruang baru


rasa baru


walau sulit


ku harus


karena kau memang indah


dan akan tetap indah


walau kau tak pernah jawab


ku tahu ...


bahagiamu bahagiaku


ku yakinkan hati


 


 

Wednesday, February 21, 2007

Jarak

Tiba-tiba aku benci dengan kata “jarak”

lalu lalang bahkan bertegur sapa

berkata-kata dan tersenyum

terasa hampa karena “jarak”

ingin kulenyapkan dari kamus manapun

tapi tak mungkin

kata “jarak” telah ada sebelum aku lahir

harus dengan cara apa lagi?

aku bercerita

kau bercerita

kita sama-sama tertawa

kemudian sama-sama bisu
hanya karena kata “jarak”
tak sanggup rengkuhmu

walau kau di sisiku

penat…

lalu…?


hening

gelap

hanya DIA
yang tak terbatas “jarak”

hingga ku punya alasan

untuk tidak lagi membenci kata “jarak”

Monday, February 19, 2007

Biar saja

terbuhul begitu saja

tak bercelah

bahkan tak berujung
lipat saja

masukkan keranda

biar tak ada lagi tanya

walau takkan pernah usai

biar saja begitu

Saturday, February 3, 2007

Rindu








Rindu

Hanya itu yang bisa kuucap

Cukup sampai di situ

Biarlah selanjutnya jadi rahasiaku dengan Nya

DIA yang berikan ku rasa itu

Hingga suatu saat ku tahu

apa yang perlu ku tahu

Friday, November 24, 2006

Anugerah Gusti Allah by W.S. Rendra

Seringkali aku berkata, ketika orang memuji milikku
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipanNya,
bahwa rumahku hanyalah titipanNya,
bahwa hartaku hanyalah titipanNya,
bahwa putraku hanyalah titipanNya,

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya,
Mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku,
Apa yang harus kulakukan untuk milikNya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat,
Ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
Kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian,
Kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.

Ketika aku berdo'a,
Kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
Aku ingin lebih banyak harta,
Ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
Dan kutolak sakit,
Kutolak kemiskinan, seoalah semua "derita" adalah hukuman bagiku,
Seolah keadilan dan kasihNya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknya darita menjauh dariku,
Dan nikmat darita kerap menghampiriku.

Kuperlakukan dia seolah mitra dagang,
Dan bukanlah kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,
Hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.....


"Ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja"
Adalah anugrah"

WS Rendra

Tuesday, November 7, 2006

Doa hening

Kata demi kata


Tersimpan jauh di sudut kalbu


ketika semua bisu


tak satu pun terlisankan


hening terangkai dalam tengadah doa


tak perlu bisik


sepenuh hati dalam tiap tarikan nafas


biarkan jendela dunia itu basah


hanya itu yang bisa ungkapkan


pasrah pada takdir-Mu, wahai Rabb


karena ku bukan Rabi'ah


*Amin*

Sunday, February 5, 2006

For A Longing

For A Longing


 


One day.. One time..


we never dreamt to meet each other


but.. that day..


not even one could refuse destiny


'till this time..


those sincere faces and smiles live in memories


Not many words that have been spoken


Just staring at each other.. through the soul


Till then.. this journey became witness of


the bonding of hearts and loves which was never mentioned


The happiness from having a new family


has exiled all the sadness


May be one day .. one time..


this episode will be repeated


but.. it would never be the same


Let these lovely memories live and stay alive in our hearts


call for it if loneliness comes by


remember a nice world that we've created..


without envy and pretence


In each prayer, we pour out all the longing


because love could never be verbalized


Just feel it...


 


Sunday, 13 February 2005, 03:17 pm, Mikumba on voyage


Thank God, You give me so much love