Friday, September 28, 2007

Betapa cepatnya waktu berlalu

Dulu waktu kecil rasanya nunggu bedug itu lamaaaaaaaaaaaaa banget! Udah segala permainan dilakoni untuk nunggu waktu buka puasa, udah tidur, udah segala rupa deh tapi tetap aja ga ngaruh.
Tapi sekarang? Baru aja nyelesaiin empat amanah eh tahu-tahu udah sore. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Bulan berganti bulan pun ga terasa. Subhanallah...
Waktu kah yang semakin pendek ? Atau emang aktifitas yang semakin banyak?
Sampai terkadang waktu untuk berkomunikasi dengan teman yang jauh pun ga terlalu banyak...  Masih untung ada teknologi yang bisa memfasilitasi ajang silaturahmi. Nah lo, kalau sama Allah? Mana ada teknologinya? Itu hubungan langsung tanpa perantara, cuma seberapa besar waktu yang mampu kita persembahkan Allah di antara "kesibukan" tadi? Duh, rasanya udah ga sebanding deh... Astaghfirullah... Ampuni aku ya Allah...

Thursday, September 20, 2007

Lagi Shalat Wajib Ketika Gempa, boleh menyelamatkan diri ga???

Padang masih saja menghadapi ujian gempa dan mudah-mudahan ini menjadi media untuk semakin tawakal kepada Allah SWT.
Kepada guru-guruku, ada satu pertanyaan :
Andaikan pada saat kita sedang shalat wajib dan kemudian terjadi gempa berkekuatan besar, apakah yang harus kita lakukan ? Bolehkah kita menyelamatkan diri atau tetap berada dalam posisi shalat? Kalau boleh menyelamatkan diri, bagaimana cara mengakhiri shalatnya?
Terimakasih

Tuesday, July 24, 2007

(letter) Fourth Day in Seattle

Hari ke empat di Seattle ? Masih sama seperti hari kemaren. Sarapan juga masih sama, maksudnya pilihannya ya itu-itu aja, soalnya di kafetaria asrama. Udah dipatok harganya 7 dollar, terserah mau makan apa saja.

 

 

 

 

Tapi udah segitu banyakpun menunya, yang bisa dipilih itu-itu lagi, roti ama butter, nugget kentang, chocolate panas plus buah. Really miss masakan sendiri, walo hancur tetap 7 kali lebih enak kurasa .


Makan siang pake dikotakin, di tiap kotak ada namanya. Lumayanlah aku pilih mie aja yang udah jelas rasanya. Eh ternyata pas dimakan rasa acar hahaha... kesian pak Edie dari Ristek yang malah bingung lihat aku makan dengan lahap. Katanya, "Kok ya bisa bilang enak ?".. padahal mah dalam hati aku ngebayangin lagi makan Kwetiaw goreng kesukaanku

Pelatihan berjalan lancar, semua materi sangat bermanfaat. Sampe pk.12 siang semua mata masih terlihat memancarkan cahaya semangat. Nah pk.13 ke ata hampir separoh peserta matanya mulai memerah. Habis, semuanya datang dari Negara yang beda banget siang dan malamnya ama USA. Ah, pemilihan tempat pelatihan yang "menyiksa" (kecuali buat holiday... pasti seru !!! ).

Yang paling asyik, aku dan teman-teman sekamar kompak banget. Ada Fathmah dari Maldives, ada Sushima dari India, Lalani dari Sri Lanka, Suci dari Indonesia. Pokoknya ngobrolin apa aja seru dengan dialeg yang berlainan.

Sempat hilang kartu voucher makan segala lagi. Kan ga bisa makan klo ga pake kartu. Ih, ternyata ada di mejaku, di atas peta kampus yang warna-warni. Alhamdulillah.

Duh, ga sabar nunggu field trip hari Kamis. Oh come on...! I need to go outside campus, to see beautiful views of Seattle. Asyiiiik, besok bakal ke lokasi syuting Sleepless in Seattle bareng mba Atik. Sementara teman-temanku di San Fransisco sana masih berjuang untuk memperpanjang izin tinggalku di Amerika. Bantu aku ya Rabb, ku yakin waktuku akan bermanfaat untuk cintaku pada-Mu. Amin

Monday, July 23, 2007

Sleepless in Seattle

Wah jadi ga bisa tidur lagi nih, gara-gara mba Atik mau ngajakin ke tempat syutingnya SLEEPLESS IN SEATTLE besok. Huwaaaaaaa.... .exciting ! Belum lagi mikirin usaha Nia Peeples http://www.niapeeples.org/ dan Sam Georgehttp://www.beliefnet.com/nllp/Inspiration.aspx?date=12-27-2005 yang tetap pengen ngusahain visaku bisa diperpanjang. Ya Rabb, makasih banget udah ngasih aku teman-teman yang sangat baik. HP yang dikirim Nia dari SF sangat berarti buat ngontak teman-teman di USA.

Kalau perpanjangan visa gagal, Nia tetap akan jemput ke Seattle dan ngajakin ke SF, trus pulangnya San Fransisco - Jakarta aja langsung.

Trus ga sabar juga nungguin Tony Litwak http://www.cacds.org/Peer-Court/index.htm dan David Lupo yang mau datang berkunjung tanggal 28 Juli besok. Duh, ga bisa tidur nih jadinya. Gawat! Mana tugas kelompok banyak pula. Maksain tidur ah....

Hmm.. tapi kangen rumah dan teman-teman di Indonesia juga. Nah lo ? Gimana bisa tidur nih ?

Belum lagi miss someone who never miss me. Halaaaah makin gawat aja. AYO TIDUR PATRA, sebelum tambah ngaco !!

see you

(letter) Third day in Seattle

Dear Friends,


 

Saat ini pk. 4 pagi Waktu Seattle tapi mata ga bisa dibujuk buat tidur lagi. Tidur pk. 1 kebangun pk. 3 karena kedinginan (norak ya ?). Untung aja di kamar bisa on line, jadi nulis deh. Hari ketiga di Seattle ga banyak peruban. Pelatihan udah mulai "menghangat" walau puyeng juga karena harus berurusan sama hitung-hitungan lagi, seperti panjang gelombang dan kemungkinan waktu gelombang Tsunami menghantam pantai berdasarkan jarak pusat gelombang dan kedalaman laut. Halaaaah benar-benar kuliah lagi. Sementara lewat jam satu siang mata udah ga bisa diajak kompromi.

Tapi, Seattle is beautiful dan cenderung sepi.

Alhamdulillah hari ini mba Atik (atik4me.multiply.com) dan ngajak makan di restoran Thailand. First day merasakan kelezatan tiada tara hehehe...  Makasih mba ! Trus, diajak jalan ke Green Lake Park juga buat nyalurin hobi narsis difoto. Thanks a lot ya mba .... !

Ntar foto-fotonya banyak di mba Atik deh.

That's all, mau berjuang melanjutkan tidur nih.

see u soon

Saturday, July 21, 2007

(KOGAMI) : Kogami muncul di New York Times

Senangnya hari ini terima berita dari salah seorang partner kerja bahwa KOGAMI muncul di berita New York Times :

http://www.nytimes.com/2007/07/21/world/asia/21indonesia.html?ex=1185681600&en=81892cfdb62389ba&ei=5070&emc=eta1

Emang waktu itu Seth Mydans dan Tita sengaja datang ke Padang untuk mengetahui seberapa jauh potensi Tsunami dan usaha apa saja yang sudah dilakukan oleh masyarakat Padang untuk mempersiapkan diri (walau tak seorangpun ingin bencana datang). Trus, seminggu yang lalu Kemal (fotografer freelance untuk New York Times) juga datang ke Padang untuk meliput edukasi sekolah yang dilakukan oleh KOGAMI yang disponsori oleh USAID melalui Indian Ocean Tsunami Warning System (US-IOTWS) program.

Semoga makin banyak yang peduli.

 

(letter) Second day in University of Washington, Seattle

Senangnya tadi malam bisa tidur dengan nyenyak walaupun pk.03 dini hari waktu Seattle mata belum bisa terpejam. Hari ini, tubuh mulai menyesuaikan diri ama putaran waktu di Seattle.

Duh! Aku yang biasanya ga bermasalah dengan apapun jenis masakan, kali ini ngaku deh klo masakan mama is the best in the world. Masih bisa makan sih tapi ya... ga bisa bilang "SANGAT ENAK!". Sarapan sih biasa, roti ama keju, di dining room nya Mc Mahon Hall (asrama tempat aku nginap). Nah siang nih, rada bingung. Aku milih cheese manicotti (tuh namanya juga hampir lupa).. hmmm... habis sih tapi ga ada rasa hehehe... Akhirnya, aku milih makan kentang goreng. Asyik juga, kayaknya bisa kurus nih selama di Seattle.

Cerita makan udah. Cerita taking pictures nih. Semua sudut kampus rasanya pengen difoto tapi ternyata little problem mulai bermunculan, mulai dari colokan listriknya yang ga sama ama Indonesia yang berakibat pada : ga bisa ngecas (hp, laptop dan kamera), akhirnya baterai kamera dihemat-hemat sampe akhirnya setelah training bisa nemuin toko yang ngejual extention adaptor yang dibutuhin. Tau ga harganya ? 10 dollar !! Barang termahal yang pernah aku beli selama dua hari di Seattle kekekekekk....

Training hari pertama berjalan baik, ya agak formil gitu deh. Acaranya cuma sambutan dari Direktur program, wakil kongres, dilanjutkan perkenalan instruktur dan peserta. Everything run well.

Nih malam (8.00pm) hujan lagi deh. Aku lagi nankring di internet cafe Mc. Carthy Hall (free tentunya dan dikit student yang pake internet di sini, jadi lebih bebas). However, I really enjoy my days in Seattle, apalagi Nia peeples (search namanya di google deh) ngirimin aku cellular phone agar aku bisa bebas nelfon kemana aja. Duh terharu, segitunya teman-teman USA ku ngasih perhatian... dan makin sedih aja karena ga bisa ngunjungin mereka di San Fransisco hiks..hiks... Berharap suatu saat nanti aku bisa dikasih kesempatan lagi sama Allah. Amin