Everyday, we must get lessons of life. We can through the next days just if we can learn from day we have passed. I hope I can share all the experience of life with you. I believe there is no bad person in the world. If there is crime in the world, it is just because of wrong choice made by human being.
Friday, September 28, 2007
Betapa cepatnya waktu berlalu
Thursday, September 20, 2007
Lagi Shalat Wajib Ketika Gempa, boleh menyelamatkan diri ga???
Kepada guru-guruku, ada satu pertanyaan :
Andaikan pada saat kita sedang shalat wajib dan kemudian terjadi gempa berkekuatan besar, apakah yang harus kita lakukan ? Bolehkah kita menyelamatkan diri atau tetap berada dalam posisi shalat? Kalau boleh menyelamatkan diri, bagaimana cara mengakhiri shalatnya?
Terimakasih
Tuesday, July 24, 2007
(letter) Fourth Day in Seattle
Hari ke empat di Seattle ? Masih sama seperti hari kemaren. Sarapan juga masih sama, maksudnya pilihannya ya itu-itu aja, soalnya di kafetaria asrama. Udah dipatok harganya 7 dollar, terserah mau makan apa saja.
Tapi udah segitu banyakpun menunya, yang bisa dipilih itu-itu lagi, roti ama butter, nugget kentang, chocolate panas plus buah. Really miss masakan sendiri, walo hancur tetap 7 kali lebih enak kurasa .
Makan siang pake dikotakin, di tiap kotak ada namanya. Lumayanlah aku pilih mie aja yang udah jelas rasanya. Eh ternyata pas dimakan rasa acar hahaha... kesian pak Edie dari Ristek yang malah bingung lihat aku makan dengan lahap. Katanya, "Kok ya bisa bilang enak ?".. padahal mah dalam hati aku ngebayangin lagi makan Kwetiaw goreng kesukaanku
Yang paling asyik, aku dan teman-teman sekamar kompak banget. Ada Fathmah dari Maldives, ada Sushima dari India, Lalani dari Sri Lanka, Suci dari Indonesia. Pokoknya ngobrolin apa aja seru dengan dialeg yang berlainan.
Duh, ga sabar nunggu field trip hari Kamis. Oh come on...! I need to go outside campus, to see beautiful views of Seattle. Asyiiiik, besok bakal ke lokasi syuting Sleepless in Seattle bareng mba Atik. Sementara teman-temanku di San Fransisco sana masih berjuang untuk memperpanjang izin tinggalku di Amerika. Bantu aku ya Rabb, ku yakin waktuku akan bermanfaat untuk cintaku pada-Mu. Amin
Monday, July 23, 2007
Sleepless in Seattle
Wah jadi ga bisa tidur lagi nih, gara-gara mba Atik mau ngajakin ke tempat syutingnya SLEEPLESS IN SEATTLE besok. Huwaaaaaaa.... .exciting ! Belum lagi mikirin usaha Nia Peeples http://www.niapeeples.org/ dan Sam Georgehttp://www.beliefnet.com/nllp/Inspiration.aspx?date=12-27-2005 yang tetap pengen ngusahain visaku bisa diperpanjang. Ya Rabb, makasih banget udah ngasih aku teman-teman yang sangat baik. HP yang dikirim Nia dari SF sangat berarti buat ngontak teman-teman di USA.
Kalau perpanjangan visa gagal, Nia tetap akan jemput ke Seattle dan ngajakin ke SF, trus pulangnya San Fransisco - Jakarta aja langsung.
Trus ga sabar juga nungguin Tony Litwak http://www.cacds.org/Peer-Court/index.htm dan David Lupo yang mau datang berkunjung tanggal 28 Juli besok. Duh, ga bisa tidur nih jadinya. Gawat! Mana tugas kelompok banyak pula. Maksain tidur ah....
Hmm.. tapi kangen rumah dan teman-teman di Indonesia juga. Nah lo ? Gimana bisa tidur nih ?
Belum lagi miss someone who never miss me. Halaaaah makin gawat aja. AYO TIDUR PATRA, sebelum tambah ngaco !!
see you
(letter) Third day in Seattle
Dear Friends,
Saat ini pk. 4 pagi Waktu Seattle tapi mata ga bisa dibujuk buat tidur lagi. Tidur pk. 1 kebangun pk. 3 karena kedinginan (norak ya ?). Untung aja di kamar bisa on line, jadi nulis deh. Hari ketiga di Seattle ga banyak peruban. Pelatihan udah mulai "menghangat" walau puyeng juga karena harus berurusan sama hitung-hitungan lagi, seperti panjang gelombang dan kemungkinan waktu gelombang Tsunami menghantam pantai berdasarkan jarak pusat gelombang dan kedalaman laut. Halaaaah benar-benar kuliah lagi. Sementara lewat jam satu siang mata udah ga bisa diajak kompromi.
Tapi, Seattle is beautiful dan cenderung sepi.
Alhamdulillah hari ini mba Atik (atik4me.multiply.com) dan ngajak makan di restoran Thailand. First day merasakan kelezatan tiada tara hehehe... Makasih mba ! Trus, diajak jalan ke Green Lake Park juga buat nyalurin hobi narsis difoto. Thanks a lot ya mba .... !
Ntar foto-fotonya banyak di mba Atik deh.
That's all, mau berjuang melanjutkan tidur nih.
see u soon
Saturday, July 21, 2007
(KOGAMI) : Kogami muncul di New York Times
Senangnya hari ini terima berita dari salah seorang partner kerja bahwa KOGAMI muncul di berita New York Times :
Emang waktu itu Seth Mydans dan Tita sengaja datang ke Padang untuk mengetahui seberapa jauh potensi Tsunami dan usaha apa saja yang sudah dilakukan oleh masyarakat Padang untuk mempersiapkan diri (walau tak seorangpun ingin bencana datang). Trus, seminggu yang lalu Kemal (fotografer freelance untuk New York Times) juga datang ke Padang untuk meliput edukasi sekolah yang dilakukan oleh KOGAMI yang disponsori oleh USAID melalui Indian Ocean Tsunami Warning System (US-IOTWS) program.
Semoga makin banyak yang peduli.
(letter) Second day in University of Washington, Seattle
Senangnya tadi malam bisa tidur dengan nyenyak walaupun pk.03 dini hari waktu Seattle mata belum bisa terpejam. Hari ini, tubuh mulai menyesuaikan diri ama putaran waktu di Seattle.
Duh! Aku yang biasanya ga bermasalah dengan apapun jenis masakan, kali ini ngaku deh klo masakan mama is the best in the world. Masih bisa makan sih tapi ya... ga bisa bilang "SANGAT ENAK!". Sarapan sih biasa, roti ama keju, di dining room nya Mc Mahon Hall (asrama tempat aku nginap). Nah siang nih, rada bingung. Aku milih cheese manicotti (tuh namanya juga hampir lupa).. hmmm... habis sih tapi ga ada rasa hehehe... Akhirnya, aku milih makan kentang goreng. Asyik juga, kayaknya bisa kurus nih selama di Seattle.
Cerita makan udah. Cerita taking pictures nih. Semua sudut kampus rasanya pengen difoto tapi ternyata little problem mulai bermunculan, mulai dari colokan listriknya yang ga sama ama Indonesia yang berakibat pada : ga bisa ngecas (hp, laptop dan kamera), akhirnya baterai kamera dihemat-hemat sampe akhirnya setelah training bisa nemuin toko yang ngejual extention adaptor yang dibutuhin. Tau ga harganya ? 10 dollar !! Barang termahal yang pernah aku beli selama dua hari di Seattle kekekekekk....
Training hari pertama berjalan baik, ya agak formil gitu deh. Acaranya cuma sambutan dari Direktur program, wakil kongres, dilanjutkan perkenalan instruktur dan peserta. Everything run well.
Nih malam (8.00pm) hujan lagi deh. Aku lagi nankring di internet cafe Mc. Carthy Hall (free tentunya dan dikit student yang pake internet di sini, jadi lebih bebas). However, I really enjoy my days in Seattle, apalagi Nia peeples (search namanya di google deh) ngirimin aku cellular phone agar aku bisa bebas nelfon kemana aja. Duh terharu, segitunya teman-teman USA ku ngasih perhatian... dan makin sedih aja karena ga bisa ngunjungin mereka di San Fransisco hiks..hiks... Berharap suatu saat nanti aku bisa dikasih kesempatan lagi sama Allah. Amin