Jam udah nunjukin pk. 1:23 am on Monday dawn. Mata susah terpejam, makanya mendingan aku nulis. Kemaren, aku, Tony and David janjian mau lihat Tabuik, traditional culture from Padang Pariaman. Sesuai rencana, pk.2 kami bertiga berangkat dari kota Padang menuju Padang Pariaman. Fadhly dan Mega udah nunggu di sana. Tapi aku cerita dikit tentang Hoyak Tabuik, ok? Hoyak tabuik adalah agenda pariwisata rutin Kabupaten Padang Pariaman, melambangkan peperangan Husein cucu Rasulullah (takut salah nulis, ntar aku cari referensinya dulu ya... ?). Tabuik sebagai setelah “dihoyak” (digotong dari dua kampung berbeda), dibawa ke pinggir pantai kemudian dibuang ke laut sebagai simbol bahwa takkan ada lagi peperangan. Gitulah singkat cerita.
Lanjutin cerita yang tadi ya? Abis ketemuan, Fadhly ngajakin lunch yang already late dansebenarnya but ga ada istilah late for having meal, rite? Tony dan David belum sempat makan siang, sementara yang lain ikut nemanin aja, termasuk aku hehehe… boong ding, aku juga lapar banget! Di tengah perjalanan ketemu Ane. Jadi aja makin rame, mana makanannya enak pula lagi. Hiks, ga boleh ditulis di sini sebenarnya… ntar dikira mengeluh tapi ini mah kenyataan, aku pengen banget makan goreng cumi tapi dah habis. Anyway, thx for treating us, Fad! Katanya sih buat syukuran Ultahnya yang dipercepat dua hari (I cant accept it actually, ssst… biar ada alasan buat ditraktir lagi).
Abis makan, taking pictures dulu di sekitar pantai trus nyariin tabuik, pengen ngelihat tabuik diusung menuju pantai. Pas dicariin ternyata, tabuik udah ga berada di tempat semula (lapangan dekat kantor bupati). Kata orang-orang tabuiknya udah nyampai pantai. Karena emang udah niat buat nunjukin culture to Tony dan David yang datang dari San Fransisco sana, dengan semangat kami semua searching dan benar tabuiknya udah berdiri megah di pinggir pantai, siap untuk dibuang. Duh, yang namanya manusia banyak banget even we don’t have space to walk. Mungkin ada 100 ribu orang tumpah ruah pengen lihat the end of tabuik.
Setelah sampai di pantai, kami baru sadar klo ternyata David was not with us. Tony bilang dia ngelihat David chosed the opposite way and get lost. Sementara itu tabuik udah dibuang ke laut dan kami semua emang udah ga mood buat ngelihat.
Setelah tukeran nomor hp, pencarian Davidpun mulai dilakukan (lucu aja ngebayangin susun rencana to find David, kayak petualangan Sherina) tapi belum lagi niat terlaksana, hujan turun dengan derasnya. Wah, harus segera nyari tempat berteduh buat nyelamatin kamera. Intermezonya Fadhly : “Klo sakit, biaya berobatnya murah tapi klo kamera rusak lebih gede biayanya” hahaha… setuju.. setuju.. sementara masih banyak moment indah yang akan diabadikan insya Allah…
Untung banyak tenda tempat jual makanan dan semua orang reflek nyari tempat berlindung paling aman. Ingin tetap ngelanjutin nyari David tapi harus ngamanin kamera dan handphone dulu. Udah deh, aku nyariin plastik dan nemu di tukang sate. Dasar tulalit, aku ga bawa uang karena dititipin ke Ane. Terpaksa deh ngutang dulu hiiii… bentaaar aja ya da!
Abis bayar, kami semua mencar buat nyari dan sepakat ngumpul kembali di depan menara mesjid dalam waktu 45 menit atau siapapun yang nemukan duluan harus nelfon yang lainnya. Alhamdulillaah… setelah mutar-mutar, akhirnya Fadhly menemukan David di tempat parkir as we thought. Aku, Mega dan Tony segera nyusul ke sana dan David dengan santai bercerita klo dia ga tersesat. Dia sengaja milih jalan lain agar bisa memvideokan momen tabuik dibuang ke laut… hahaha lucu aja, dia yang disangka hilang ternyata ga merasa hilang dan terlihat sangat bahagia. Dan dia satu-satunya yang melihat moment tabuik dilempar ke laut.
Emang sih logikanya siapapun yang get lost somewhere jika perginya pake mobil pribadi pasti mikir untuk kembali ke tempat parkir. However, nyari David hujan-hujanan tanpa mentingin kesenangan pribadi menjadi catatan indah untuk sebuah persahabatan. Kita bisa dengan mudah melupakan kenangan yang membahagiakan tapi akan mengenang lama momen yang penuh tantangan. So, we won’t forget this moment ever, will we ?????
Tony and David, we are still waiting for you anytime to make another crazy things. Please come again.
Happy Birthday to Fadhly, thanks for treating us lunch and dinner ...
Di lain story, aku akan cerita banyak tentang david dan tony....