Thursday, November 2, 2006

Aduh ! Tingkat Kecerdasan Anjlok

Bulan ini kembali kegiatan Emergency Capacity Building (ECB) di Padang Pariaman dimulai, malah lebih seru lagi.. LSM ku KOGAMI kerja di 7 Nagari (desa) sekaligus. Senangnya menikmati suasana bersama masyarakat yang beragam. Hingga ingatan ini melayang pada acara community meeting yang dilaksanakan dua bulan lalu. Seperti biasa, dengan lancar aku bertutur tentang mekanisme terjadinya gempa, dimulai dengan permukaan bumi seperti telur dan bentuk bumi yang bulat. Eh tiba-tiba ada satu orang bapak nyelutuk : "Bu Patra, kalau bumi kita bulat dan berputar, kenapa kita ga pernah terpelanting sekali waktu. Kan ada waktunya pasti kita di bawah ?". Tentu saja dengan bahasa setempat dan pertanyaan itu benar-benar polos karena ketidak tahuan.


Nah..Nah.. kemana nih ilmu bumi yang aku pelajari ? Iya sih, ada gaya gravitasi tapi gimana ngejelasinnya. Yang ada malah aku ikutan jadi mikir "Kenapa ya kita ga terbalik?" Huahahaha... Tingkat kecerdasanku jadi anjlok ke titik nol. Akhirnya mesem-mesem, aku jawab "Ntar, saya buka buku lagi ya pak, saya juga lupa tuh". Untung si bapak puas tapi ternyata dia emang butuh jawaban. Sampai sekarang nagih terus. Tolongin donk.. please....




 

Wednesday, November 1, 2006

Memoirs of A Gheisha

Kayaknya telat banget kali ya klo aku pengen bahas nih film. Biarin deh, daripada ntar penasaran sendiri. Udah lama sih dapat referensi dari teman-teman, tapi karena alasan "sok sibuk" tea, jadi aja sering lupa buat minjam VCD nya. Nah, sekalinya ingat, tuh film keluar melulu. Alhamdulillah, kemaren malam dapat kesempatan juga buat nonton.


Mengharukan... Maksudnya, dari film itu, aku jadi benar-benar makin merasa beruntung lahir sebagai muslimah dan hidup di Indonesia. Intinya, sih emang perjuangan seorang bocah kecil bernama Chiyo untuk bisa menjadi dirinya sendiri. Perjalananannya itu lo yang luar biasa... mulai dari dijual, ga punya pilihan, hampir putus asa sampai akhirnya ada momen yang ga lebih dari lima menit yang bikin dia punya semangat untuk ngelanjutin hidup... yup, setitik perhatian dari seseorang yang ga dikenal di saat dia emang butuh someone to lift her problems.


Intinya mah, setitik perhatian itu menjelma menjadi harapan yang besar... yang kata orang-orang namanya 'CINTA'. Mmh.. kesabarannya untuk menjaga cinta itu sekarang jadi inspirasi nih buat aku yang ternyata klo emang itu takdirnya, tetap akan dipersatukan Allah. Hanya butuh kesabaran dan tawakal ama destiny... of course after ikhtiar sekuat tenaga dan doa sejadi-jadinya. Nah lo kok jadi masuk ke wilayah pribadi nih ? ... Thanks a lot pokokna mah buat yang udah ngasih rekomendasi untuk nonton film ini.  I dont want to be a Geisha, but I really want to be a real muslimah. Amin.

Tuesday, October 31, 2006

Phobia Rapat ?

 



Kata orang rapat itu ngebosanin, baru aja duduk di ruang rapat udah pada lihat jam .. "kira-kira berakhir jam berapa ya ?". Belon mulai udah pengen berhenti. Dulu juga aku pernah ngalamin gitu. That's a boring time ! Bahkan ampe ada novelnya segala "Death by Meeting". Tapi sekarang, wah kayaknya rapat jadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu tuh di tempat kerjaan ku sekarang. LSM emang kudu berjuang mati-matian biar bisa eksis dan nunjukin karyanya, so jarang banget pengurus dan relawan bisa ngumpul bareng. Semua berlomba untuk menuntaskan target yang dibuat.


Paling say "Hai" di pagi hari, itupun klo sempat. Trus, mulai deh mengurus lahan garapan masing-masing. Nah, sorenya ada waktu untuk becanda bentar, pulang .. dan gitu seharusnya. Akhirnya rapat rutin adalah momen yang dinanti-nanti, pokoknya yang nama undangan sms atau telfon yang judulnya "rapat" kagak usah diulang mpe dua kali deh. Semua kumpul bawa catatan masing-masing... dan yang terpenting bisa lihat semua wajah teman-teman tercinta. Siapa bilang rapat membosankan ? Yang penting mah bisa mengcreatenya menjadi aktifitas yang menyenangkan. Kuncinya ?.... Rasa persaudaraan aja kok. Ampuhlah pokokna mah, klo modal "kangen" udah ada di hati masing-masing.

Thursday, October 19, 2006

Janji Allah - tuk yang sedang merindukannya

Tadi pagi aku menelfon seorang sahabat .. masih seperti dulu, kata demi kata meluncur dengan ringan layaknya dua orang yang sedang melepaskan rindu... yang akhirnya ma ga mau membahas juga topik yang ga akan pernah habis kecuali dibatasi oleh satu kata "MENIKAH", apalagi kalau bukan "JODOH".


Intinya, kita lebih bingung sama orang-orang yang lebih pusing dari kita, mikirin jodoh kita tapi ga nawarin solusi. Dunia memang aneh, seakan bumi berhenti berputar jika di saat seseorang belum menemukan pasangan hidupnya. Bahkan, rasa tak empati muncul lewat pernyataan "Kamu sih kelewat milih". Berani deh taruhan, siapa yang mau nikah bak beli Cuan Kee, pas lagi lapar, Cuan Kee lewat dan langsung bilang "beli mas". Bayi aja bisa milih kok, ponakan ku tuh di saat bubur bayinya diganti, langsung protes tuh ga mau makan, padahal usianya belum cukup setahun. Lewat gelengan, dia bisa menentukan pilihannya. Bukankah, pilihan lah yang membedakan manusia dengan hewan, iblis dan malaikat ?


Siapa sih manusia yang ga ingin menjadi ummat Rasulullah ? Yang ga ingin melengkapi pengabdiannya kepada Allah melalui cinta yang halal suci dan berkah ? Trus, siapa juga yang ga yakin bahwa itu jodoh itu hak mutlak dari ALLAH ? Emang kita bisa milih klo udah seperti itu ketentuan Nya semenjak kita masih di kandungan ? Punya Kuasa apa kita atas kehendak Allah ? Aneh memang... Lalu, kenapa harus gelisah ? Apa karena kita milih trus jodoh kita ditukar atau dicancel ? Engga banget kan ?


Satu pernyataan membosankan lainnya "Kamu ga ikhtiar sih ?". Tahu dari mana ? Apa ikhtiar harus diiklankan atau diumumkan ? Intinya mah .... pasrah ama keputusan ALLAH. ALLAH MAHA TAHU kok kebutuhan hamba-hamba-Nya dan ALLAH tak pernah ingkar janji. Bukankah ditetapkannya jodoh sebagai salah satu takdir yang tak bisa dirubah adalah sebentuk janji dari SANG KHALIK ? Kenapa harus menggugat ? Ketukar aja ga mungkin apa lagi dibatalkan, tul ga ? Kok kadang manusia merasa berkuasa dibanding Sang Penguasa langit dan bumi....


Lucu nya lagi, kita sering menggugat buruknya dampak globalisasi terhadap kehidupan dan lingkungan.. tapi kita justru lebih sibuk memikirkan kepentingan pribadi "JODOH, JODOH, dan JODOH' padahal ini hanyalah salah satu episode hidup yang harus dijalankan. Mana peran kita sebagai Khalifah ? sudah maksimal kah ? Sudah bersyukurkah kita dengan segala ilmu yang dititipkan - Nya? Ingin merubah dunia tapi ga berbuat apa-apa selain merutuk padahal banyak celah yang bisa dimanfaatkan..


MENIKAH itu HARUS kalau masih ingin menjadi ummat Rasulullah.. tapi MENIKAH bukanlah tujuan akhir ! So, BERKARYA di setiap detik kehidupan, itulah yang paling penting.... Para JOMBLO, percayalah akan JANJI ALLAH.


Jadi, alangkah lebih baik kalau kita berjumpa kita mendiskusikan hal-hal yang lebih penting buat masyarakat banyak, seperti : pengentasan kemiskinan, penanganan bencana, peningkatan mutu sekolah, peningkatan potensi diri, program peningkatan keimanan, dsb.


Toek sobatku : Jangan pernah lelah berjuang dan berdoa, ALLAH pasti mendengarkan

Friday, September 29, 2006

Biarkan jari-jari ini mengurai kata

Takkan pernah jari-jari ini penat untuk mengurai kata yang tak semuanya bisa diucap lewat lisan. Jatuh cinta? Aku takkan pernah berhenti mendengungkannya karena tak semua orang bisa merasakannya, biarlah kunikmati dan kurangkai dalam doa-doa malam jika hanya itu jalan untuk menyampaikannya kepada Sang Pemilik Hati, sungguh ku jatuh cinta! Wahai Khalik, rasa ini kuperoleh dari Engkau dan kepada Engkau lah kukembalikan segala keluh kesah penghambaan ini.


Tak mungkin ku tunduk atas rasa ini karena Sang Pemilik Cinta telah menitipkan seluruh cinta-Nya lewat dendang kasih keluarga dan setianya para sobat. Ku hanya ingin melantunkan bahwa ku bersyukur ku bisa nikmati rasa ini.... Karena suatu saat aku membutuhkannya untuk membangun mahligai cinta nan halal dan suci. Biarlah tetap kudendangkan ke atas pangkuan-Nya karena Dia sungguh mengerti kenapa ku sangat berharap dalam pinta.


Wahai Rasul, aku akan menyongsong sunnahmu .. walau ku tak tahu ikhtiar seperti apa yang pantas aku lakukan.. Aku ingin menjadi bagian ummat-Mu, maka shalawatku berkumandang untuk cintamu kepada bunda Khadijah, Aisyah dan bunda tercinta lainnya. Maka, biarkanlah kuberkata "Rabb, halalkan rasa cinta ini jika Engkau berkenan untuk menetapkan dia sebagai pilihan terbaikmu untukku dan jika tidak, takkan pernah pudar setitikpun cintaku kepada-Mu karena hanya Engkau yang selalu ada di setiap desah nafasku... dan tak pernah tidur untuk menjagaku."


Biarkanlah ku "jatuh cinta" pada makhluk indah ciptaan-Mu... Kalau dia yang akan Kau kirimkan, maka mudahkanlah jalannya, jika tidak... tunjukkanlah jalan yang lain .. yang lebih indah.


terimakasih Rabb.. thanks Jamps for your love


 

Friday, September 22, 2006

Tentang sebuah rasa...

Benarkah tak lazim bagi seorang muslimah untuk berkata "kutlah jatuh cinta" ? Ah, aku ga mau terkungkung dengan ketaklaziman itu, karena memang ku sedang jatuh cinta. Tak semua orang bisa merasakannya dan tak setiap saat rasa itu bisa datang. Ku hanya ingin menyederhanakan untuk menjadikannya sebuah anugerah yang sangat pantas buat disyukuri.

Setelah sekian lama rasa itu tak pernah hadir, kini  aku kembali menikmatinya... Bahagia yang kurasakan memancar ke segala arah dan tanpa kusadari, cahayanya terus berpendar tanpa mampu kuhentikan sedetikpun, menyinari setiap hati orang-orang terdekatku. Saudara, sahabat, orang tua.. siapapun orang yang kujumpai telah kuberitakan bahwa "Aku sedang jatuh cinta"...  dan ingin kuteriakkan dengan keras "Wahai dunia, aku sedang jatuh cinta !".

Walau makhluk indah yang dikaruniakan Allah hadir di depan mataku mungkin ga tahu kalau aku sedang mengagumi keindahannya atau mungkin dia tahu... Entahlah, aku sendiri tak terlalu ingin tahu... walau harapan itu tumbuh semakin besar dari detik ke detik. Bukankah bahagiaku saat ini sudah sangat pantas untuk disyukuri? Sang Pemilik Cinta telah menorehkan dengan cinta kasih sayang Nya kapan jadwal yang tepat untukku merajut mahligai itu. Ku hanya perlu bersabar... Mungkinkah dia yang sekarang kukagumi ? atau mungkin juga sosok lain yang akan hadir di esok hari ? Ah, biarlah Sang Rabb yang bisa menjawab. Mungkin dengan sedikit merayu, aku hanya ingin berkata "Rabb, bolehkah aku pelihara rasa ini dalam bentuk ikhtiar hingga kau ijabah doa-doaku dan dia sebagai jawaban akhirnya? Maaf kalau sekali ini aku sedikit memaksa karena ku ingin mengabdi lebih dalam kepada-Mu seperti yang telah dilakukan oleh hamba-hamba-Mu yang lain dan izinkan aku mencintainya karena Engkau yang hadirkan cinta itu. Ku berjanji untuk tak khianati-Mu apalagi dua kan - Mu".

Untuk seseorang yang ku harap menjadi pendampingku dalam ridha Allah... Semoga.

 

 

 

Tuesday, July 11, 2006

See you World Cup

What team will be a winner in 2010 World Cup?

Brazil
 
 0

Argentina
 
 1

Final Piala Dunia seruuuuuuuu!!! Walau sebenarnya aku ga terlalu suka ama tim Azzuri yang terkenal ama keahlian "diving" and drama lainnya tapi akhirnya aku mihak mereka juga, abis siapa suruh ngalahin Brazil jagoanku? Anehnya, walau ngejagoin Brazil tapi aku suka ama Ballack, Ricardo, Buffon and Zidane juga. Boleh donk ngejagoin tim tapi boleh juga donk ngejagoin pemain yang handal. Lihat aja tuh Ricardo (kiper Portugal) klo lagi ngejaga daerah yang jadi authoritynya uih .. benar-benar pejuang tangguh! Buffon juga hebat walau mungkin ga sehebat Oliver Khan (Kiper Jerman, pemain terbaik piala Dunia 2002). Tentang Zidane? Kemampuan dia untuk jadi motivator pemain di lapangan emang diakui ... mmh.. walau akhirnya ada sedikit kesalahan yang bikin gelar Pemain terbaik 2006 punya noda yang harus dikenang. Entah apa yang terjadi, ketika dia "menyundul" dadanya Matterazzi. Yah, banyak sih yang bisa dipelajari dari lapangan bola.


Ketika pemain tim yang kita jagoin ditekel ama lawan, hati ini ga sengaja bilang "duh maennya kok kasar amat sih?" tapi waktu tim lawan yang kena, ga ada tuh hati berkata begitu, klo pun ada pasti dikit banget kadarnya. Nah lo kok bisa? Pasti donk naluri keberpihakan menuntun emosi kita untuk membela mereka. Aneh ya? padahal mereka ga kenal kita tuh. Dan lebih aneh dan lucu, dalam kehidupan sehari-hari, kita justru lupa untuk "berpihak" pada perasaan orang yang dekat dan menyayangi kita dengan tulus, ya ortu.. ya sodara atau sahabat-sahabat. Seringkali mereka jadi korban atas kejengkelan kita dan mereka ga pernah complain atawa ngasih "kartu merah" atas kelancangan kita tersebut. Karena memang mereka bukan "wasit" yang dibayar untuk itu, tapi mereka adalah orang-orang yang dianugerahi agar hidup kita menjadi lebih berarti.


Mereka juga ga pernah menempatkan kita di "kursi cadangan" karena memang ga ada satupunya orang yang bisa menggantikan tempat kita di hati mereka. Lalu? Kenapa ya kita masih lupa?


Piala Dunia udah berakhir, Gli Azzuri menang .. tapi ya sudah, hati kita senang dan mereka tetap tidak kenal kita. Mending sekarang, kita revisi lagi tuh piala yang ada di hati kita agar tetap mengkilat, karena piala di hati kita bukanlah piala bergilir, setiap orang yang mencintai dan kita cintai mendapat tempat istimewa di setiap bagiannya. Ya kan?


Terimakasih kepada papa, mama, teman-teman dinihariku .. especially to Allah yang selalu ngasih momen-momen indah di hidup ini... I will miss you, World Cup! Welcome to Afrika Selatan 2010! Good bye World Cup 2006 (10 Juli 2006, 4 am: 6-6 for Italia vs Perancis)