Showing posts with label holiday. Show all posts
Showing posts with label holiday. Show all posts

Saturday, March 10, 2012

Phnom Penh to Ho Chi Minh City "Bus Milik Kami Berdua"


10 Februari 2012

Alhamdulillaah meeting selama tiga (3) hari ini berakhir! Jiwa petualang sudah mendesak untuk disalurkan. Barang-barang sudah dipack dari tadi pagi. Bus pun sudah dipesan dari kemaren melalui telepon. Aku cek lagi hasil survey kecil-kecilan yang sempat aku print sebelum berangkat. Nama guesthouse, perusahaan taxi dan objek wisata yang harus dikunjungi  menambah keyakinan perjalanan ini akan baik-baik saja. Bismillaah…

Hari terakhir 10 th annual meeting of Asian Disaster Risk Reduction Network (ADRRN) selesai lebih cepat dari waktu yang tertulis dalam agenda. Aku dan Mba Hening, mitra kerja yang telah menjelma menjadi saudara, sepakat untuk meninggalkan Phnom Penh Hotel (Kamboja) pk. 13.45 waktu setempat karena bus terakhir dari Phnom Penh (di dalam daftar surveyku adalah Mailinh Company) berangkat pk. 14.30 teng!

Dari ruang meeting, kami naik dulu ke kamar buat cek dan ricek kalau masih ada barang yang ketinggalan. Yup! Semua selesai dan tinggal angkat. Jadi, masih bisa makan siang bareng peserta lainnya. Sudah dipatok waktu makan siang hanya 15 menit, tidak boleh lebih.  Yes, we can do it!

Jarak perusahaan bus dari Phnom Penh Hotel kurang lebih 4 km. Itu artinya Cuma butuh waktu 15 menit paling lama menuju ke sana. Rencana sepertinya sempurna!

Suasana makan siang sekaligus perpisahan dengan teman-teman peserta meeting berlangsung hangat walaupun mengejar waktu. Sekalinya ngelihat jam, what ?! Jarumnya mengatakan sudah pk. 14.00 tepat. Hiyaaaaah… mba Hening masih sempat cipika cipiki dan sayonara sayonaraan.

Dengan senyum dan bahasa isyarat yang aku yakin hanya dimengerti oleh Mba Hening, aku ingin mengatakan “Come on mba, kita belum check out!”. Untuk si mba ngerti. Kami berdua lari secepatnya ngambil koper, lari lagi ke resepsionis. Selesai sudah satu sesi perjuangan.

Pk. 14.05, buru-buru keluar minta dipesankan taxi. Engga pake mikir lagi transportasi termurah, yang penting bisa nyampe di tempat bus sebelum bus berangkat. Setelah dua menit nunggu, taxinya datang. Ya ampuuuuun, keren amat mobilnya. Bayarannya berapaan nih ? Masa bodo ah, bisa patungan ini. Otak masih coba mengira-ngira overbudget ha ha ha padahal perjalanannya juga baru akan dimulai. Alangkah enaknya jadi orang kaya … dung dung .. otak berkhayal yang ga penting di saat tak tepat.

“It is only 5 dollar” begitu sih klo ga salah staf Hotel bilang, sambil menerangkan kepada supir tempat yang kami tuju. Sssst… di Phnom Penh masih ada supir taxi yang ga bisa bahasa Inggris lho. Aku sempat menitipkan pesan, “please tell him, we need to arrive in 10 minutes”.  Staf hotel meyakinkan kalau semuanya oke, sementara aku masih lihat si supir kebingungan. Sepertinya dia masih mikirin lokasinya dimana. Pk. 14.12, duh! Wow… benar-benar berpacu dengan waktu. Ikthiar dimaksimalkan.

Aku tanya supir ongkosnya berapa, biar bisa siap-siap. Dia jawab, “7 dollar”. Alamaaaak… ya sudahlah, telat gini gimana bisa nawar lagi ? Dalam perjalanan ku telepon lagi perusahaan bus, minta mereka menunggu. Dari seberang sana suara seorang wanita dengan lembut berkata, “Yes mam, our bus leaving at 14.30.” Dan … eng ing eng…. Hal yang tak pernah diprediksi sebelumnya. Tiap menit ketemu perempatan yang ada lampu merahnya! Masing-masing penunjuk digitalnya menunjukkan angka 70 detik setiap kali lampu merah nyala. Mana kendaraan rapat walau ga bisa dibilang macet. Ya Rabbi……..!

Pk. 14.28, sepertinya lampu merah terakhir sudah dilewati. Aku telepon lagi perusahaan bus untuk memastikan kami hampir sampai. Dengan tenang, si pemilik suara lembut tadi menjawab, “The bus just left”. Aku berusaha beragumentasi, “It is not 2.30 yet” tapi dia bilang, “It is 2.30 and the bus already left”. Ya sudahlah… ikhtiar sudah maksimal. Tak ada yang perlu disesali.

Mba Hening mengusulkan balik ke hotel tapi aku belum puas kalau belum ke perusahaan busnya langsung dan menanyakan perusahaan lain yang memberangkatkan bus terakhirnya lebih sore.  Supir taxi ga tahu apa yang terjadi, dia malah makin slow … 191 … 193 .. “Ya ampun pak, nomor 391 itu masih jauh banget!” Dang ding dong ..dia ga ngerti ha ha ha ..

Tiba-tiba dari arah berlawanan ada bus dengan tulisan Ho Chi Minh City. Mba Hening langsung teriak, “Itu.. itu…!” Serta merta aku bilang ke supir, “Cath… catch…catch…!” hua ha ha saking paniknya, Englishpun jadi belepotan. Terserah deh.. yang penting si supir ngerti.

Kalau tadi aku sempat menggerutu soal lampu merah yang di tiap perempatan, kali ini aku bersyukur sekali di depan ketemu lampu lagi merah. Yes, bus kesusul…….. dan mau naikin kita. Jadi deh ke Ho Chi Minh nya, horeeeeeeeee……….. !! Ongkos taxi aku bayar 10 dolar (US) karena si supir ga punya kembalian. Alhamdulillaah…….

Dan, hanya kami berdua di bus itu ……….. Kereeeeeeeen….! Let’s go!

Aku dan mba Hening girang banget. Supir dan kondektur busnya sangat ramah walaupun ga seorangpun bisa berbahasa Inggris.  Seringkali mba Hening harus membuat coretan agar mereka lebih mudah memahami.  Sabarnya si mba ini …

Hanya satu jawaban yang aku inginkan saat itu, apakah bus ini (Khai Nam bus) berhenti di daerah Pam Ngu Lao karena seluruh penginapan yang aku survey berada di sepanjang daerah tersebut. Jihaaaaaah… mereka ga ngerti! Pasrahlah sudah …

Perjalanan dari Phnom Penh ke Ho Chi Minh akan sangat membosankan bagi yang tidak punya jiwa berpetualang. Yang terlihat hanyalah desa-desa yang tandus, sapi-sapi kurus dan beberapa orang bersepeda menyusuri jalan. 

Tiba-tiba bus masuk ke sebuah terminal dan aku baru nyadar kalau itu pintu masuk Neak Leoung Port. Hahaha perjalanan yang menakjubkan. Dari kisah traveler yang aku search, ga ada tuh yang mengisahkan bakal ada perjalanan naik ferry begini. Asyik… asyik…  Aku menikmati setiap detik perjalanan ini.  Waktu tempuh ferry ga sampai 10 menit.

Pk. 17.08 sampailah kami di perbatasan. Kondektur memberikan isyarat kalau kami harus turun bawa koper dan cap paspor. Di sini prosesnya ga lama karena memang hanya untuk cap paspor keluar Kamboja. Lebih kurang satu menit saja dan naik lagi ke bus.

Pk. 17.14 sampai di kantor imigrasi Vietnam. Kali ini kondektur member isyarat kalau kami harus membawa koper. Paspor dia yang pegang. Di sinipun ga lama, cuma lima menit. Itupun sudah pakai ngantri untuk cap paspor masuk Vietnam dan scan koper. Selanjutnya, jalan dikit ke arah penjaga (kurang lebih 50 meter) untuk menunjukkan kalau kami sudah dapat visa. Beres! Naik lagi ke bus.

Pk. 18.08 berhenti makan di emperan.  Pastinya susah untuk mengetahui apakah makanan tersebut halal atau engga. Yang penting, aku dan mba Hening sudah menghindari yang meragukan. Kami makan nasi pakai telor mata sapi saja. Harga makanan sudah include dalam harga tiket yang USD 9.  Lumayanlah bisa meluruskan kaki selama 20 menit.

Akhirnya sampailah kami di Ho Chi Minh City. Di sinilah kami baru tahu kalau bus ini tidak berhenti di Pam Ngu Lao. Kondektur dan supir bus membantu mencarikan taxi. Saat itu, jam menunjukkan pk. 19.45. Taxi nya milik Mailinh Group, termasuk yang recommended selain Vina Sun taxi.

Pk. 20.15 sampailah kami di kawasan backpackers Pam Ngu Lao. Setelah membayar ongkos taxi sebesar USD 6, kami segera geret koper menuju PP Backpackers yang udah diincar, tapi ternyata nih penginapan udah penuh. No worry. Cari lagi aja… 

Baru sebentar jalan, ada seorang ibu pakai scooter menawarkan penginapan. “You look for guest house, come to my house. It’s very cheap, only USD 15.” Mba Hening mentah-mentah nolak karena aku bilang klo di sini banyak guest house dengan harga 5-6 dollar per malamnya. Akhirnya ibu itu menurunkan harga, “Ok, I give you 12 dollar for one room per night. It is special price for you. Many Malaysian people stayed at my guesthouse because they can cook. You also can cook.” Kegigihan ibu tersebut berhasil membuat kami mengikuti scooternya. Dan sampailah kami pada Ms Thu Guest House pada pk. 20.25 waktu setempat. Wow, kamarnya bersih, bed nya besar kalau buat dua orang, kamar mandi di dalam, lemarinya gede, pakai TV dan AC pula! Benar-benar murah! Alhamdulillaah…. Langsung menyatu dengan tempat tidur ha ha ha ….

Perjalanan yang menyenangkan.

Tips :

  1. Sediakan waktu satu jam dari perencanaan untuk situasi terburuk seperti kesasar atau macet di jalan
  2. Jika backpack berdua atau lebih, harus rajin saling mengingatkan karena kewaspadaan akan berkurang dibanding kita backpack solo
  3. Survey kecil-kecilan sebelum mengadakan backpack sangat membantu pada situasi sulit

 

 

 

 

 

 

 

Friday, January 20, 2012

Phnom Penh dan Ho Chi Minh City, Adakah MPers di sana?

Dear MPers,

Aku ada rencana meeting di Phnom Penh Kamboja dari 8-10 Februari 2012 trus mau backpacking ke Ho Chi Minh City dari 11-13 Februari. Kalau ada MPers yang berdomisili di sana... yuk ketemuan :)

Dari sekarang aku udah rajin buka catatan blogger tentang Ho Chi Minh City hmm.. sepertinya menantang juga jalan-jalan ke sana. Kalau Kamboja insya Allah udah pernah backpacking dari Phnom Penh ke Siem Reap.

Moga kali ini juga lancar aja ...

Udah ga sabar menunggu waktu

Sunday, April 27, 2008

[US] How sad to say "see you again"

This afternoon, I will fly to San Francisco for other businesses. Oh, how sad to say "see you again" (dont wanna say "good bye) to mba atik's family. They are so nice and so generous, feel like I am home. I cant say more because it cant be verbalized as much as what she has been giving to me. Thank you mba!
Seattle is so peaceful, the memmories will be lasting forever...
"Hope you can feel that I love your family, mba"

Tuesday, April 22, 2008

[US-Redmont] Nice momment with Atik and Yurinda

Aku senang sekali ! Penuh syukur karena aku punya teman-teman yang baik hati. Tanggal 20 kemaren aku ketemu Yurinda http://yurindasaputri.multiply.com.

Mba Atik yang kakak banget begitu sabar ngemong adiknya yang satu ini, ga tahu mesti bilang terimakasih kayak gimana deh. Sebelum ke rumah Yurinda, aku dan mba ku yang cantik ini masih sempat-sempatnya menyalurkan hobi narsis di Martha Lake, layaknya model profesional kami senyum sekembang-kembangnya hahahaha... hidup ini indah dan harus dibuat lebih indah.
Seattle memang damai, jauh dari hiruk pikuk kota besar.. benar-benar adem, semuanya serba teratur dan indah (pantesan mba Atik betah)
mba Atik nan cantik dan baik hati
Lalu, meluncur deh ke rumah Yurinda bareng dua cowo ganteng bernama Rabbani (Ogie) dan Ramadhani (Dhani). Hmm... the kids are so nice. I really like them.
Mba Atik driving bentar, nyampe deh di rumah Yurinda dan langsung disambut ama Mas Oyi (suaminya Yurinda) trus tiga orang putranya yang lucu-lucu. Duh, jadi berasa di Indonesia... Hmm.. emang laen rasanya ketemu teman sebangsa di negeri orang yang jauh.
Yurinda datang! bawa makanan banyaaaaaaaaaaaaaaak banget! O, ternyata si ibu nan cantik itu belanja buat menjamu dua tamu nya yang ga sungkan untuk disuguhi hahaha..
Ssst... sekedar bocoran nih, Yurinda itu baby face, wajahnya ABG banget ! Orang masih bisa ketipu klo dia jalan sendirian hehehe Peace Yur ! (lihat aja sendiri klo ga percaya)

Yurinda nan baby face
Saking dekatnya ama sumber makanan, ga nyadar ternyata aku ngunyah terus hehehe.. ada es teler feat nata de coco pula uih enaknya !! Tetap donk hobi berfoto disalurkan (ga bisa lupa nih.... )

Udah gitu, Yurinda dan mas nya bikin kejutan Ultah buat mba Atik, pake cake Tiramisu ... ada birthday gift juga donk! Wah tu mba Atik terlihat terharu banget walo ga mencucurkan air mata..

Selama ngobrol, rasanya kita bertiga ga berhenti tertawa.. tiga orang wanita MP berwajah calm tapi talkactive ternyata cepat sekali menyamakan frekwensi. Yurinda? Jangan tanya deh, gokil nya balapan sama mba Atik hahahaha...
Thank you, sisters... I love you !!!


Friday, March 28, 2008

Mudik Ceria (cerita libur panjang 21-23 Maret 2008)

Belum telat kayaknya buat nyeritain perjalanan liburan kemaren. Aku yang biasanya jarang pulkam, paling banter juga sekali setaon. Soalnya, ga ada lagi keluarga dekat di kampungku (Bukittinggi), semuanya dah pada MERANTAU. Minang Sejati !! Akhirnya, klo orang selalu mikir mudik klo ada libur panjang, aku malah bingung mau kemana.
Alhamdulillah Allah Maha Mengerti, aku dikasih keluarga besar dari sebuah daerah yang masih asri, namanya Simpang Sugiran (Simsugi), jadi deh aku punya kampung sekarang. Sst.. sebenarnya itu kampung sisterku Mega dan Bro ku Fadhly. (Thanks ya!). Senang, jadi aja aku punya keluarga besar.
Nah, liburan panjang kemaren aku dan Ega benar-benar menikmati suasana kebersamaan walo waktunya sangat singkat.
Sistaku mancing maksa karena ikannya udah kenyang makan kotoran ayam
Walo hari Sabtu nya hujan seharian tapi ga jadi halangan buat kami yang emang doyan shopping and wisata kuliner hahaha...  Bayangin aja dalam waktu 3 jam kami bisa makan soto, sate dan baso di tempat yang berbeda. Sedaaaap! Didukung ama suasana yang mendung pula, jadi aja laparnya berlipat-lipat. Eh belum dihitung makan normal di rumah. Untung aja aku punya papa mama yang baik hati, jadi mereka paham aja ama anaknya ini, yang selalu lahap makan di setiap kesempatan. (Bener gitu kan Sist?.. PD banget ya?).
Beli batik buat mom tercinta
Lucunya, lokasi yang paling diminati di rumah adalah DAPUR, segala kreatifitas bisa disalurkan di sana, mulai dari masak (ini mah mama jagonya...), bikin kue (kita yang coba-coba ya De?.. hasilnya donat yang bisa dibilang enak), bikin makanan selingan kayak Kwetiau Goreng (uni nih masternya) atau cemilan yang slalu hangat kayak goreng tempe (Sistaku expertnya) tapi sssst... ada juga bagian "sapu jagad" nya (ini mah hak nya para ponakan). Nah lo tu ... ? Banyak banget kan fungsi dapur ?
Bikin donat kentang - hmmm yummy !
Udah gitu, sempat pula bikin teater mini dengan film andalan Ayat-Ayat Cinta. Lihat aja deh hasilnya .. langsung ada "korban" film ini.
(Korban Ayat-Ayat Cinta (berharap dapat Fahry )
Pokoknya klo diceritain semua, kayaknya perlu sambil ngopi deh... Intinya, liburan kali ini sangat menyenangkan!
Di atas angkot - keluar dari Simsugi
 
Bawa ke Padang ah buat nge-gulai!

Wednesday, March 5, 2008

Reunian di Bandung....

Alhamdulillah acara workshop Tsunami Early Warning System (TEWS) kemaren lancar, itung2 latihan buat bisa presentasi pas Earthquake National Conference ntar bulan April. Ternyata lidah masih aja patah-patah saat cas cis cus, limit waktu aja yang bikin speednya rada bisa ditingkatkan, hehehe..
Sekarang lagi reunian deh ceritanya ma teman-teman seperjuangan dulu di Bandung (6 Maret 2008) dan disempatin deh nulis mumpung ada hotspot gratis di foodcourt dekat Daarut Tauhiid.
Belum banyak yang bisa diceritain sih selain senang aja jumpa teman-teman dengan segala kehebohannya yang masih kayak dulu. I am happy!!
Ntar disambung deh....

Sunday, April 22, 2007

Akikah Dinda - jomblo time


Siplah, kado udah dibeli buat akikah nya Dinda. Jumat 20 Maret 2007 tepat pk. 12 aku izin dari kantor but pulang dulu ke rumah, nyelesaiin dikit urusan masak-memasak (special request from mom). Alhasil pk.2 aku ninggalin Padang menuju Pakandangan (negeri yang aku ga tahu dimana.... ). Berbekal petunjuk from my sista, PD aja lagi.. kan Ms. Nyasar emang udah julukanku hehehe..

Kali ini aku nyetir cukup nyantai, soalnya bawaannya ngantuk. Cuaca Padang emang lagi ga menentu, bentar panas banget eh bentar hujan dan jadi dingin banget. I enjoy driving.. hhm... benar-benar alone soalnya tape mobil juga rusak. Lengkap deh (jadi aja kebayang ... klo aja Evonk ato Megha di samping.. duh pasti udah banyak topic about life yang ngalir). Sambil mikirin banyak hal yang ga direncanain buat dipikirin... (I am smiling now.... ), aku nyampe di rumah neneknya Dinda. Horray ! Aku engga nyasar dan engga nelfon sekalipun .. I did it by myself!


Papanya Dinda (Soni) langsung kebagian nolong markirin mobil, abis ga nemu tempat strategis dakunya. Sst... sebenarnya udah tergoda buat makan.. ada gulai kambing ! - menu special akikahan. Megha, Ane dan Nel udah di sana duluan.. nyam.. nyam... ada teman buat makan! Alhamdulillaah.. emang jamnya lapar.


Dinda ... ? mana ya ?


Nah, Soni keluar nggendong Dinda. Dinda nan secantik ibunya (sorry deh Son.. it's reality.. hehehe..) banyak banget dapat hadiah cincin dari orang-orang tersayang. Untung aja yang ngegendong termasuk kategori yang pada sayang ama Dinda, klo ga.. bisa ilang tuh cincin mas satu per satu, mana mas lagi mahal pula




 


Selagi Dinda sibuk nerima ucapan selamat, eh etek, tante and bundanya tetap aja nyalurin hobi "DIFOTO". Kurang lengkap klo tiap acara ga diselingin ama acara jepret sana jepret sini. Andaikan Dinda bisa protes, dia pasti akan bilang "Lho, kan hari ini aku bintangnya.. Kok tante-tante yang rame sih ... ?" hehehee..




 



 


Engga cukup sampe di sana, tiba-tiba muncul ide untuk berfoto di sawah. Aneh emang, kemana aja kaki melangkah.. tetap aja sawah jadi the best choice buat ngegaya. Ga berhasil cari motor, akhirnya kusetir mobil dengan pelan. Tiga penyanyi rumahan "Trio Ane Mega Nel" melantunkan lagu sehebring-hebringnya hahaha.. lagu sedih jadi kedengaran lucu banget, abiz mereka lebih sering lupa liriknya


Dasar emang tanpa rencana.. sawah dilewati gitu aja. After shalat, mobil melaju ke air terjun lembah Anai, dengan lagi-lagi alasan "nyari background yang bagus buat berfoto". Aha ! Acara akikah berubah judul jadi "jomblo time". Maaf ya Dinda... .


 

Foto-fotonya bisa dilihat di album. Masa sih ga tergoda buat ke Sumbar ?... dan mengabadikan momen indah seperti kita-kita ? sok atuh ditungguin ya........ !

Thursday, March 8, 2007

Sambil nunggu mobil dicuci

Aku lagi di Jl. Surya Sumantri Bandung nih. Berhubung minjam mobil adikku buat liburan ke Bandung dan di Bandung hampir tiap hari hujan, jadi resikonya aku harus masukin tuh mobil ke bengkel buat dibikin mengkilap lagi. Aha Benar ! Ga efektif soalnya ntar klo hujan di jalan kan bisa kotor lagi. Tapi aku ga punya pilihan lain. Ini juga ke Jakarta lagi pake modal nanya sana-sini ... my middle name is "nyasar", jadi walo aku coba deny .. lebih sering gagal denialnya. Dan berarti juga nyampe di Bintaro bengkel udah pada tutup. Sementara besok aku janjian ma Evonk buat ke JHCC, beli buku di Islamic Book Fair, katanya di hari2 terakhir banyak potongan. Lumayaaaaaaaaaaaaan.... buat aku yang hobi ama kata DISCOUNT.

Selasa kemaren nyampe Bandung dengan selamat itu kan juga berkat kesetiaan evonk jadi navigator aku sampe Bandung. Thanks Vonk ! Subuhnya evonk dah balik ke Jakarta lagi buat ngantor lo...

Hm... belum bisa nulis banyak nih. Hatiku masih dag dig dug ngapalin jalan pulang ke Bintaro. Ntar cerita yang panjang deh. Pokoknya makasih banget ama Ceu2 yang ga pernah bosan kasih penampungan buat aku tiap kali ke Bandung. Benar-benar tuan rumah yang baik, mana pake masak segala... Uhui !

Thanks ama Popon juga yang udah mau ngobrol mpe pk. 2 dinihari (about life and love tentunya hihihi... let's see), buat bunda Hani yang ngerti gejolak para jomblo hahahaha... Buat Defi yang bikin malam jadi cerah dengan obrolan yang penuh inspirasi (apa lagi coba ?).

Buat Ika... yang sekarang dah jadi ibu yang baik (kita kapan ya Vonk, Ceu, Pon ... kesebut semua nih).  Hm... buat Didi di Jerman sana yang pasti sangat syirik ama reunian Jamparings (you are always in our heart, sweety).

Tentu aja buat tetehku yang sangat tegar.. Makasih atas kepercayaannya untuk berbagi denganku...

Untuk If dan Lala (brother and sis in law) yang udah minjamin mobil hingga diriku bisa keliling Bandung dengan leluasa... Terutama buat papa mama yang ga pernah mengekang keinginanku untuk melanglang buana. Buat teman-teman Kogami yang tetap semangat berjuang walo aku tinggalkan cukup lama. Buat sistaku yang suka ngambek klo smsnya ga dibalas, yang artinya dikau merindukanku setiap saat (ayo ngaku !).

Maaf buat Ajeng karena uni ga sempat menemuimu, dinda. Insya Allah lain kali ya ?

Oh ya.. buat Inas yang udah ngerekomendasiin D'Koz untuk lunch time. Ga rugi deh, seafoodnya enak banget! (mmh.. ada fee promosi ga nih hehehe...)

Buat Jaka, sparing partner yang mengasyikkan dan telah membuatku balik arah saat menuju Cihampelas. Ah, dikau memang teman yang setia hehehehe.. Anak-anak Daarul Muthmainnah yang bikin hatiku selalu rindu untuk menatap kalian...

Buat Sumatra Barat yang terkena gempa dan aku tak bisa melakukan apapun selain mendoakan agar saudara-saudaraku yang tertimpa musibah bertambah tegar dalam menjalani hidup...

Dan buat semua teman yang telah menelfon dan ngesms nanyain kabarku, keluarga, kogami dan kota Padang. It means a lot to me. Thanks so much, termasuk teman2 di Multiply.

Hmmm....kayak persembahan skripsi aja ya ? Biarinlah..... Alhamdulillah.. silaturahmi itu memang indah.



KU BAHAGIA !


Wednesday, December 13, 2006

Refreshing

Minggu 10 Desember 2006 menjadi momen yang sangat indah bagi staff dan relawan KOGAMI setelah sekian lama dipisahkan oleh aktivitas yang padat. Konsolidasi tim menjadi sebuah mimpi yang sering tertunda, lagi-lagi karena sulit sekali untuk mencari waktu yang bisa dimanfaatkan bersama-sama. Sebagai organisasi kemanusiaan, KOGAMI tidak pernah mengenal kata “libur” dan kata “lembur”. Jangankan disuruh libur, disuruh untuk pulang kantor sesuai jadwal yang disepakatipun susahnya minta ampun. Subhanallah, sebagai pimpinan aku menghaturkan penghargaan yang tinggi kepada semua teman-teman yang telah menyedekahkan waktu dan tenaganya untuk menebar kebaikan pada sesama.


 


Alhamdulillah setelah berikhtiar sekuat tenaga untuk menyediakan waktu agar kebersamaan tak luntur, maka semuanya sepakat untuk memanfaatkan momen pada hari Minggu dengan komitmen bahwa refreshing akan menghadirkan semangat baru dalam berjuang. Dipilihlah objek wisata “Sarasah Gadut” yang tak populer agar kekompakan di sepanjang perjalanan bisa dipertahankan.


 


Pagi itu, suasana kantor riuh rendah seperti biasanya, masing-masing siap dengan perbekalan. Hanya satu orang yang mengenali Medan yang ceritanya sudah lebih dari cukup untuk memunculkan rasa penasaran. Bismillah, perlahan-lahan kendaraan meninggalkan posko tercinta, tak lupa handy talkie untuk sarana komunikasi (protap keluar posko). Memasuki jalan kampung, suasananya makin menantang. Ini baru petualangan! Kendaraan diparkir di sebuah kedai dan perjalanan harus dilanjutkan dengan berjalan kaki melintasi hutan dan ladang penduduk. Wajah ceria dan canda-canda tak bisa dihentikan walau kadang kondisi medan menuntut tingkat kewaspadaan yang tinggi. Terpeleset juga merupakan salah satu seni berjalan di alam.


 


Subhanallah... Sarasah (air terjun) itu begitu indah hingga tak sempat sepatah keluh kesah terlontar, yang keluar hanya pujian akan indahnya ciptaan Allah Yang Maha Kaya. Bulir-buliran air itu datang dari tempat yang sangat tinggi, gemericiknya di saat bertemu batu karang menjadi nada-nada nan indah merasuk ke relung hati.


 


Untuk sementara, semua mata tertuju pada pesona Sarasah hingga akhirnya tak ada yang mampu menahan godaan sapaan halus butir-butir airnya yang menerpa wajah. Tanpa dikomando secara bergantian kami mensucikan diri untuk menghadap-Nya di waktu Dzuhur nan indah. Shalat di atas bebatuan dikelilingi hutan nan rindang dan bunyi hempasan air membuat suasana  munajat menjadi lebih khusyu’. Begitu sempurnanya semua yang Engkau ciptakan ya Rabb…


 


Setelah makan siang cuaca perlahan berubah menjadi mendung karena memang saat ini musim hujan. Dengan keceriaan yang tak berkurang, komandan lapangan memimpin tim petualang untuk turun sesigap mungkin. Jika hujan turun jalan akan menjadi licin, maka keluar dari hutan sebelum rintik hujan turun menjadi pilihan satu-satunya. Berlarian di jalan setapak menuruni bukit menjadikan perjalanan terasa lebih cepat. Alhamdulillaah… semua turun dalam keadaan selamat!


 


Perjalanan dilanjutkan dengan tujuan silaturahmi ke rumah seorang tim ahli KOGAMI. Wajah-wajah yang tadinya ceria mendadak menjadi lucu dalam ekspresi. Masing-masing mengarahkan pandangan pada sandal gunung yang dipenuhi tanah, baju lapangan yang tak sama sekali tak cocok dengan suasana  ketika itu. Ternyata, kami diundang ke acara aqiqah! Keramahan tuan rumah mencairkan suasanan, silaturahmi tetap berlangsung dalam suasana penuh keakraban.


 


Kemudian perjalanan dilanjutkan ke Mercu Suar di bukit lampu, hujan deras tak menghentikan langkah karena kebersamaan hari ini harus maksimal dengan tekad Senin tak ada yang boleh mengeluh sakit (namanya juga refreshing, jadi harus fresh, red). Tak ada momen yang luput diabadikan yang mudah-mudahan menjadi pengingat ketika tekanan pekerjaan mulai melonggarkan ikatan persaudaraan.


 


Di saat hujan tak lagi bisa diantisipasi, tim memutuskan untuk kembali ke posko tercinta. Alhamdulillah hari ini berlalu dengan sangat indah. Insya Allah jadwal ke alam akan dijadikan agenda rutin bulanan untuk konsolidasi organisasi. Alam begitu indah untuk ditakuti. Perubahannya adalah bagian dari keindahan, maka jangan artikan bencana sebagai kehendak alam. Bencana terjadi akibat  ketidakmampuan manusia untuk beradaptasi dengan alam.


 


Terimakasih ya Rabb, satukan hati kami dalam cinta kepada-Mu.


 


Kogamers : Nina, Rini, Desi, Sil, Memeng, Rika, Riri, Dewi, Indah, Patra, Moan, Wicak, Dedi, Sudi, Andi, Dante, Dodi, Hendra, Rahmad.