Castilleja School, sekolah khusus perempuan di Palo Alto punya misi mendidik perempuan untuk bisa jadi pemimpin. Berbagai cara dilakukan untuk membangkitkan motivasi para siswanya agar bisa mengeksplorasi skill dan bakat yang dimiliki. Fasilitas pun dicukupi, mulai dari stadium olah raga, fitness centre sampai alat-alat musik tersedia di sana. Beruntung aku punya kesempatan untuk berbagi pengalaman sama mereka. Sekitar 18 siswi hadir pada saat aku berkunjung ke sana. Lebih banyak pertanyaan ditujukan tentang KOGAMI karena memang sebelumnya ada pemutaran film tentang sejarah berdirinya KOGAMI. Satu pertanyaan yang menarik buatku adalah :
"Is there any difficulties when you as a woman has to talk with man especially who has important position in government such mayor? Can they put respect on you? And how you lead your staff?"
Aku ga nyangka pertanyaan itu bisa muncul di Amerika yang selama ini dalam pikiranku memberikan kebebasan kepada siapapun untuk menyuarakan pendapat. Isu gender ternyata ada dimana-mana. Kenapa harus ada ?
Sejenak aku tersenyum dan jawabanku untuk mereka adalah "Satu hal yang harus kita sadari adalah : siapapun dia dan apapun jabatannya... kita dan mereka adalah sama-sama manusia, tak ada satupun manusia punya hak merasa lebih dibanding yang lainnya. Tidak masalah pemimpin itu seorang wanita atau pria selagi kita saling menghargai satu sama lain. Sebagai seorang pemimpin, saya sangat menyadari bahwa wanita dan pria itu totally different, maka kita harus memahami perbedaan tersebut. Dari sanalah akan muncul pengertian dan rasa saling menjaga satu sama lain. Dan selama ini saya tidak pernah menemukan kendala baik dalam berkomunikasi ataupun ketika saya harus menjadi seorang fasilitator .. apapun jabatan mereka di pemerintahan. Sekali lagi kuncinya adalah : perlakukan seseorang sebagaimana engkau ingin diperlakukan."
Tanpa disangka-sangka mereka memberikan applaus. Hmm... siang yang berkesan di Castilleja. Thanks Rabb