Showing posts with label curhat. Show all posts
Showing posts with label curhat. Show all posts

Thursday, March 15, 2012

Seni Berkomunikasi

Orang yang talkactive belum tentu cakap berkomunikasi. Itu betul sekali! Dan hari ini aku dapat pelajaran yang sangat berharga. Hari ini aku melakukan kesalahan komunikasi. Karakterku yang lugas kadang tidak sempat memikirkan apakah kata-kataku akan membuat lawan bicaraku suka atau tidak. Aku bicara tanpa beban karena memang buatku dunia itu tanpa beban. Kalau orang salah berkomunikasi denganku pun aku anggap, "Ah itu memang stylenya dia." Ga pernah ada yang masuk ke hati. Kalaupun ada yang tidak mengenakkan, paling aku menarik diri sebentar kemudian memulai lagi komunikasi dengan hati yang sudah tenang.

Tapi tidak semua orang bisa menerima cara berkomunikasiku yang terlalu lugas. Udah berusaha sedaya upaya tapi ternyata masih ada nyangkutnya. Sepertinya aku harus ngambil kursus komunikasi nih agar menguasai seni berkomunikasi. Seni komunikasi ternyata tidak semudah teori, perlu praktek terus-menerus dengan seluruh golongan. Berhasil dengan sekelompok orang, belum tentu berhasil dengan kelompok lainnya.

Intinya : hari ini aku mengakui aku harus lebih banyak belajar seni berkomunikasi ...

Wednesday, March 14, 2012

Leadership is Lonely

MP,

Aku lagi ga tahu nih mau curhat sama siapa. Sebagai pimpinan sebuah organisasi aku harus pandai-pandai memilih teman curhat. Salah-salah, bukan masalahku aja yang ga selesai tapi organisasiku juga bisa dipertaruhkan. He he jadi ingat waktu menghadiri Young Asia Leadership, dimana para pemimpin muda asia waktu itu punya jargon "Leadership is Lonely". Kalau dipikir-pikir sih betul juga. Bawahan punya masalah bisa curhat sama atasan tapi atasan kalau punya masalah harus mikir berkali-kali .. harus curhat atau ga, kalau mau curhat sama siapa .. karena dia tak lagi menjadi dirinya sendiri tapi dia menjadi bagian dari kelompoknya.

Begitulah ..

Sebenarnya kali ini bukan masalah besar sih say. Ada orang yang merasa punya masalah denganku tapi dia ga pernah ngomong ke aku. Nah lo, buatku .. ketika orang ga menyampaikan sesuatu padaku, aku anggap aku ga punya masalah apa-apa sama dia. Logic ga sih ?
Teman-teman bilang, status-status FB nya ditujukan kepadaku .. tapi aku tetap aja pada pendirianku, selagi dia ga tulis namaku .. aku ga peduli. Benar-benar, for me ... Life is so simple, so beautiful .. dan ga harus dirusak oleh hal-hal ga penting.

Lagian kalau benarpun, aku takkan pernah melayani dengan cara yang sama. Bagiku pantang sekali, punya masalah dengan orang lain trus aku "bernyanyi" di belakangnya. Islam juga punya aturan keras tentang itu "Bergunjing hukumnya sama dengan memakan bangkai saudara sendiri."
Hari ini, orang yang dimaksud kirim email kepadaku dan bilang kalau dia terganggu dengan status-statusku. Dia merasa status-status itu ditujukan kepadanya, padahal yang aku tulis adalah tentang Positive Thinking, Memberi Lebih Baik dari Menerima, Arti Damai, Arti Memahami dan segala hal berlaku umum lainnya untuk kebaikan.

Hmm.... jadi ingat kamu MP. Aku nulis apapun, ga ada tuh teman-temanku MPers yang protes. Semua benar-benar seperti saudara di sini. Kok beda ya ?
Hari ini aku benar-benar ingin curhat walaupun aku pasti akan ngomong langsung sama seseorang itu. Setidaknya izin aku untuk berkata, Leadership is Lonely.

Makasih MP yang baik
Aku ngelanjuitin kerja dulu ya...

Semangat!
*lebih baik mikirin someone yang akhir-akhir ini bikin hidupku lebih bersemangat*

Monday, March 12, 2012

Pk.09.00 pagi ini

Aku blingsatan sejak semalam. Kabar gembira ku terima mengenai sepasang insan yang saling mengasihi kemudian pasrah menjalani takdir perpisahan untuk sementara waktu. Aku bisa merasakan luka yang menganga dan terus berdarah di saat hati itu tak lagi satu. Wajah itu selalu tersenyum tapi matanya tak dapat berdusta. Kekasih hati yang dicintai selama berpuluh tahun dan telah menitipkan sederet amanah Allah dalam titisan nyawa putra putri yang disayang harus berbagi cinta dengan yang lain. Makin perih ketika kenyataan mengharuskannya tersingkir, terdepak tak berdaya.

Bulir-bulir air mataku memang tak pernah terlihat tapi kesedihan itu telah berpindah ke pembuluh nadiku, sangat dalam. Aku terluka karena sahabat baik ku terluka.

Alhamdulillah pk. 09.00 pagi ini dengan ridha Allah.. sahabatku mendapatkan kembali cintanya. Kesabarannya mampu menyatukan hati itu kembali. Lagi-lagi aku bahagia........!
Semoga hati itu tetap satu sampai ke syurgaNya. Aamiin..........

Friday, May 7, 2010

Aku Cemburu!

Aku baru saja mengenalnya. Mungkin belum cukup 24 jam waktuku bersamanya tapi waktu yang sedikit itu benar-benar telah membangkitkan rasa cemburu di hati. Aku sungguh cemburu padanya!
Wajahnya biasa saja, bahkan terlihat agak sendu walaupun dia berusaha untuk tampil selalu ceria. Mungkinkah wajah itu menterjemahkan rasa ketakberpihakan manusia terhadap akhirat? Hmmm... sepertinya begitu, ku tak berani menduga lebih jauh.

Malam itu dia melantunkan ayat demi ayat goresan cinta dari Sang Illaahi. Iramanya menembus sampai pembuluh darah terdalam, begitu menyayat .. ruh ku merasakan malaikat kubur mulai mendekat. Ku pun tak dapat lukiskan perasaan itu. Ku hanya terpaku, menahan perih cabutan di setiap helai bulu romaku. Tiba-tiba ruh ini tidak siap berpisah dari jasad. Aku lelah....! Lelah dengan diri sendiri....... Rasa cemburu ini semakin merajela! Aku cemburu pada indah suaranya, aku cemburu pada ikatan cintanya dengan Sang Khalik, aku cemburu dengan hafalan Qurannya. Sungguh aku cemburu!

Belum 24 jam aku mengenalnya ....

Saturday, April 10, 2010

Makasih Udah Bantuin Bundo Masak, Maafin Bundo ya Ca....


Seperti biasa, pagi ini aku masak ditemani asisten yang istimewa – ponakanku Khansa yang Juli nanti genap berusia 3 tahun. Dia memanggilku bundo dan memanggil dirinya Aca.

Ga seperti di reality show yang ada di TV dimana Chef yang memerintah ke asisten, ini mah kebalikannya. Malah lebih mirip ujian masak!

Aca         : Apa itu Ndo?

Bundo   : Baby corn, nak

Aca         : Diapain Ndo?

Bundo   : Dipotong-potong, nak

Aca         : Enak, Ndo?

Bundo   : Enak, kalau ntar udah dimasak

Aca         : Masukin Ndo (dia lagi ngaduk air yang udah dimasukin bumbu tomyam)

Bundo   : Bentar nak, Bundo siapin yang lain dulu ya…

Aca         : Itu apa, Ndo?

Bundo   : Cumi, Nak

Aca         : Ikan mana, Ndo?

Bundo : Itu .. ada!

Aca         : Oh iya.. itu ada

Aca         : Itu apa, Ndo (tiap kali tangan berpindah tangan untuk ngambil kelengkapan memasak tomyam, maka pertanyaan sama akan muncul)

Bundo   : Cabe hijau, nak

Aca         : Pedas ya Ndo

Bundo   : Engga

Aca         : Pedas Ndo! (agak tinggi nadanya untuk meyakinkankan kalau itu pedas)

Bundo : Iya, pedas buat Aca tapi buat Bundo engga pedas…

Bundo : Bentar ya Ca, Bundo coba dulu ya… (sambil ngambil sendok gulai dari tangannya .. sambil mencicipi kuah tom yam)

Aca         : Enak, Ndo?

Bundo : Enak, Aca mau coba?

Aca         : Ga mau, pedas!

Bundo   : Ya udah…  (aku ngambil irisan bawang Bombay sebagai pelengkap akhir tom yam)

“Acaaaaaaaaaaaaaaa…………..!!”

Aku kaget! Tiba-tiba dia angkat sendok dengan kuah tom yam sepenuh sendok dan tumpah separohnya. Ternyata Khansa niruin Bundonya yang tadi dilihat nyicipin kuah tom yam dengan menggunakan sendok.

Aca         : Maaf, Ndo. Aca panas Ndo….

Tiba-tiba aku sadar sudah membuatnya merasa sangat bersalah

Aca         : Maaf ya Ndo…. (permintaan maafnya pertama belum kutanggapi karena masih kaget dan fokus pada kakinya yang kena percikan kuah tom yam panas)

Bundo   : Iya Ca… Maafin Bundo juga ya. Bundo ga marah sama Aca, Bundo kaget Aca angkat sendok tom yam. Mana kakinya Bundo lihat, masih panas, nak ?

Aca         : Gapapa Ndo, cium Ndo….  (ah, betapa ku jatuh hati padamu anakku…)

Bundo   : Maafin Bundo ya…  (sambil mencium keningnya)


 

Mataku berkaca-kaca…  ternyata Khansa mengerti kalau perbuatannya telah membuatku sangat cemas dan dia juga mengerti kalau Bundo nya ga marah, malah dia balik menenangkan aku yang masih shock.

Aca         : Gapapa Ndo… (sambil menepuk-nepuk bahuku. Biasanya aku yang melakukan itu padanya di saat dia kaget kalau ada guntur, listrik padam atau mendengar musik di film horror).

Ternyata kata maaf lebih mudah diucapkan kalau memang kita telah terbiasa untuk meminta maaf dengan sungguh-sungguh. Dan kata maaf yang sungguh-sungguh juga akan terasa sampai ke hati dan membuat orang yang menerima kata maaf akan sangat mudah memaafkan, walaupun sebaik-baiknya manusia adalah yang memaafkan orang lain sebelum orang lain meminta maaf. 

Ah, indahnya momen memasak pagi ini  … tom yam yang lezat karena dimasak dengan penuh cinta…

hmmmmm….. “Makasih ya Ca…. Kita sajikan masakan terlezat di hari ini”

 

 

Thursday, November 19, 2009

Akhir Cerita Cinta

"Kak, aku single parent sekarang"
Begitu message yang kutemukan di inbox ku dari seorang yang karena usianya lebih muda kusebut Adik.

Aku sama sekali tidak kaget, perasaan ini rasanya begitu datar menerima pesan itu. Yah, aku sudah memperkirakan hal ini terjadi sejak mereka masih dalam taraf penjajakan. Bahkan aku bisa dikatakan orang yang tidak menyetujui keputusan mereka untuk menikah.

Pikiranku melayang pada masa 6 tahun lalu. Takdir mempertemukanku dengan seorang pria yang akhirnya kuanggap sebagai adik. Kedekatan kami membuatnya nyaman berada di dekatku. Katanya baru aku yang benar-benar memperhatikan dia, menyayanginya dan mengerti apa yang dia mau.

Bagiku, diapun adalah adik yang sangat baik, penurut, perhatian.. dan sedikit manja. Masa lalu nya sangat menyentuh perasaanku terdalam, bahkan di masa 6 tahun itu lalu pun menurutku kehidupannya juga tidak seperti kehidupan kebanyakan orang-orang normal. Orang tuanya tidak menyayanginya, cenderung mengucilkan dirinya dengan terus-terusan membandingkan dengan dua adiknya. Dia sama sekali tidak merasa dipedulikan. Sewaktu kecil, dia sering menerima penyiksaan dari ayahnya. Merinding jika kuingat lagi penuturannya. Mau tidak mau rasa ingin melindungi muncul secara alamiah dari diriku. Setidaknya, jika aku mampu memberikan kasih sayang yang aku punya kenapa tidak?

Dia jadi bersemangat hidup, bersemangat kuliah dan memperlakukanku sebagai seorang kakak yang dia sayangi. Tidak ada ruginya.

Sampai suatu saat dia memperkenalkanku pada calon istrinya. Di sini persoalan baru muncul. Adik yang selama ini di mataku sangat lembut dan sopan... dan memang begitu adanya (kepadaku.... bahkan sampai saat ini) ternyata suka "menyiksa" calon istrinya. Seringkali jika mereka bertengkar, aku yang menengahi. Suatu hari aku menyadari bahwa aku telah terlalu jauh memasuki kehidupan mereka sehingga aku mulai kehilangan kemerdekaan hingga perlahan aku pun menjaga jarak.
Ah ternyata itu berefek negatif. Dia jadi tidak semangat kuliah, tidak masuk kerja bahkan sampai mogok makan. "Ya Allah.. apa yang sudah aku perbuat?"

Hingga akhirnya.... dalam sebuah kesempatan ku katakan pada calon istrinya "Jangan dilanjutkan hubungan kalian. Tidak akan pernah berakhir dengan baik. Jika sekarang sudah sering diwarnai pertengkaran sampai akhirnya menyakiti secara fisik, sampai kapanpun hubungan itu takkan pernah bisa baik."

Tapi lagi-lagi keputusan akhir ada di tangan mereka. Mereka menikah!

Dan seminggu yang lalu kuterima pesan itu dari mantan istrinya "Kak, aku single parent sekarang".

Aku hanya tidak habis pikir, mengapa cinta bisa membutakan mata hati seseorang? Kenapa menunggu enam tahun ? Kenapa tidak mengambil keputusan sebelum pernikahan itu terjadi?

Ah...... entahlah...



Monday, November 9, 2009

Prihatin Sama Kaum Sendiri

Tulisan ini hanya sekedar curhat. Yang merasa tersinggung .. mungkin lebih baik, agar bisa introspeksi diri.

Kutujukan pada kaumku yang kusayangi..

Gempa Padang 30 September 2009 meninggalkan "sedikit" keprihatinan di perasaanku terdalam. Bukan tentang gempanya... yang tentu saja itu bagian dari proses penciptaan dan bisa disikapi berdasarkan nilai-nilai keimanan yang kita punyai; mau dianggap sebagai musibah (kalau kita semakin jauh dari Allah), mau dianggap sebagai ujian keimanan (jika kita mau bersabar dan semakin dekat pada Allah, dll.

Banyak sekali bantuan datang, terutama dari pihak asing - dalam tulisan ini aku akan titik beratkan pada istilah "bule". Dan karena keterbatasan mereka dalam berbahasa, maka mereka menggunakan jasa interpreter. Entah mengapa .. jumlah interpreter perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

Nah, yang aku amati adalah : sebagian kaumku yang tidak saja menawarkan jasa sebagai interpreter tapi berusaha untuk mencari "prestise" dengan mendekati bule atau membalas perhatian para bule melalui beberapa cara. Ada yang bahkan terang-terangan mengatakan bahwa punya pasangan bule jauh lebih bergengsi dibandingkan punya pasangan produk lokal.

Kalau sekedar bersahabat saja.. pastilah tak akan jadi masalah. Tapi kalau sudah mengikuti kultur mereka? Wah.... !! Aku cuma bisa ngucap. Para bule minum bir, eh si interpreter duluan teler....  si bule malah anti rokok tapi si interpreter merasa lebih gengsi jika ada asap yang keluar dari mulutnya. Ketika si bule tak beragama... si interpreter yang mengaku punya agama justru jauh dari kesantunan. Kemudian saking berharap cinta atau mungkin saja bisa hidup bersama sang bule, si interpreter mau saja dipeluk-peluk dan dicium di pinggir jalan.

Duh... kalau para wanita tak lagi bisa menjaga diri.. apa jadinya Indonesia?
Bahkan dari penuturan mereka sendiri, tak ada bule yang loyal. Setelah balik ke negara mereka, bahkan tak pernah ada kontak sedikitpun. Mereka hanya mencari kesenangan sesaat, seperti layaknya "kesenangan" yang mereka peroleh di negera mereka.

Lalu? Apa sebenarnya yang kau cari wahai kaumku ?


Monday, July 13, 2009

MP, I miss you!

Dah lama ga berkunjung ke blog ku tercinta, akhirnya panggilan itu datang juga. Betapa di MP silaturahmi terasa begitu indah. Teman di dunia maya, ketika jumpa ga pernah bikin kaget karena yang tersaji di rumah maya mereka masing-masing adalah kehidupan yang sesungguhnya, tanpa basa-basi ...

Betapa aku merindukanmu teman-teman... sangat!
Aku kan berusaha untuk serajin dulu mengunjungimu.

Ah rindu............ serindu-rindunya

ngabsen ah..
1. Mba Atik, masih hebring kan?
2. Deshinta, masih beberes mo pulkam ya?
3. Mba Marlene yang feminim... pakabar?
4. Mba Eleonora... masih aktifkah di MP?
5. Bunda Wirda, ingat kehangatan di rumah Bunda
6. Bunda Elly,  ku baru saja jumpa... asyik .. gaul!
7. Teh Dina Sudjana, persiapan masak dimana lagi nih?
8. Dewa Cinta, masihkah kau setia walaupun aku berpaling sesaat?
9. Mona, adik manisku.... ku rindu sapaanmu
10. Teh Henny K Teguh, jalan-jalanmu mengesankan kah?
11. Gita Cinta, Tisha, Yudi, semuanyaaaaaaaaaa.............!! yang ga keabsen jangan marah ya...

I miss you all :)