Sunday, June 8, 2008

Be smart to make choice for love

One of my friends have been crying almost two days. Her eyes turn red and her face was so pail. Her boyfriend just leaved her to get married with his fiance. She never knew that her boyfriend had been cheated her for two years. She was so sad and almost killed herself by piece of beer bottle.
I and my friend tried to calm her down but she kept crying and screaming. She regret for what happened in her life.
I could not believe what I saw. She is so smart, even always high top ranking in her class. She is always happy and strong. I had never seen she was sad, only that day !
Is love blind ? I dont think so.

I believe love becomes a power to brighten our life. Love always bring happiness as long as we can use our brain to make a better choice. Why love bring sadness ? I can say that we can not control ourselves. We depend on someone whom bring loves for us as if we can not live without him/her. It is not true. We are special creature! We can think and feel whether a decision good for our future or not and we have to be ready for the risk. Every choice has to have risk. Dont ever forget that ! Now, focus on what kind of risk that we can deal with ?

Be smart ! Especially for woman!
Man can leave you easily after making love and if you get pregnant, you will raise your child by yourself. So, be smart to select a boyfriend. Peace !

Thursday, June 5, 2008

TRUE LOVE

Dear K
I've told my friends so many times that true love exists in the earth. Mostly, they dont believe about this because it is hard recently to find someone who keeps love only for one person. Even sometimes someone uses love for getting benefit from others. I don't know, I never want to against their opinion. Probably, something bad happened in their life so that the conclusion was verbalized as deep pain. Whatever, I have never been doubt about TRUE LOVE.


TRUE LOVE does exist, not just because you fall in love with somebody. True love wont make you jealous if someone you love care of somebody more, you wont be sad if someone you love get married with his/her lover, you will be happier when someone you love tells you about her/his happiness, you wont be disappointed if someone you love forget to call you. Love is just for love, there is no demand at all.

TRUE love can make you smile everytime you wake up in the morning
TRUE love makes you feel so good, so perfect, and so grateful


K,
You always make me happy
I have no reason to be sad because you keep saying that I am strong
You always remind me that I am "somebody"
You always say that I have done wonderful thing
You always respect all my words and attitude, especially my faith

K,
Faith is something to be achieved
and we agree that variety was created by GOD for us to understand each other, to help each other and to learn from others
That's way we can communicate so well
That's way we always have solution when we have problem
That's way we can laugh together
That's way we can spend our time to have respect for each other
Isn't GOD so wise ?

Then K,
Thank you for everything
Thank you for loving me sincerely
Thank you for understanding me even more than myself
I always have good grace for you
hope we will be walking on the same faith someday
and knocking heaven to build "real life" for us, for family, for friends, and for all human in the world


*Thank God for this TRUE LOVE*

Saturday, May 3, 2008

Trio Fals (siapa yang mau ngundang?)

Tiap kali aku ditanya "Pekerjaan apa yang paling kamu takutkan?", aku pasti akan menjawab "nyanyi!", trauma tingkat tinggi hahahaha.... Masih ingat banget dulu waktu masih fresh nya tahun satu kuliah, biasalah anak tahun satu ketiban macam-macam "order" dari senior, salah satunya "vocal group" nyanyi untuk melepas wisudawan. Aku dan tiga orang teman lainnya (akhirnya kita jadi sahabat) berjejer di satu barisan, dengan semangat mengikuti latihan. Tiba-tiba uda Deri yang ngelatih bilang "Tunggu... tunggu... ada kedengaran fals di bagian sini." Ups! aku nyadar itu pasti aku. 

Trus, pas dia bilang lanjutkan.. Aku benar-benar ga berani mengeluarkan suara bahkan satu hurufpun tapi mulut tetap komat kamit alias lipsing. Keyakinanku bertambah kuat kalau akulah penyebab fals tadi karena da Deri bilang "Nah, sekarang udah ga ada yang fals."

Tau ga teman-teman? Ternyata... dua orang temanku lainnya buka kartu, mereka juga lipsing hahaha karena sadar kalau suara mereka juga penyebab hancurnya nada.

Minder? Engga donk! Tiap camping, suara kita bertiga paling kencang dan gitar harus ngikutin (masih ingat David sang gitaris dengan begitu sabar mencari nada yang sesuai walo jarang sekali berhasil). Sementara Ade emang penyanyi benaran. Ade yang baik selalu memotivasi tapi emang dasar pita suaranya bermasalah kali ya? Jadi, tetap aja deh.. gitu lagi.. gitu lagi...

Akhirnya, kenekadan kami membuahkan hasil! Ada seorang senior menawarkan diri jadi manager (namanya Derino, sejak saat itu kami memanggilnya "Jer") untuk Trio Fals. Lumayan banyak orderan lo buat camping karena suara kami bisa menambah semarak suasana hahaha... gokilnya sih yang kebangetan. 

Hmm.. sekelumit kisah di masa-masa kuliah dulu (jadi rindu para Edelweis nih). Sampai sekarang, aku lebih baik disuruh ngomong di depan ribuan orang deh dibanding harus disuruh nyanyi. Takuuuuuuuuuuut....!

Diskusi bareng murid2 International Relations - Castilleja School


Castilleja School, sekolah khusus perempuan di Palo Alto punya misi mendidik perempuan untuk bisa jadi pemimpin. Berbagai cara dilakukan untuk membangkitkan motivasi para siswanya agar bisa mengeksplorasi skill dan bakat yang dimiliki. Fasilitas pun dicukupi, mulai dari stadium olah raga, fitness centre sampai alat-alat musik tersedia di sana. Beruntung aku punya kesempatan untuk berbagi pengalaman sama mereka. Sekitar 18 siswi hadir pada saat aku berkunjung ke sana. Lebih banyak pertanyaan ditujukan tentang KOGAMI karena memang sebelumnya ada pemutaran film tentang sejarah berdirinya KOGAMI. Satu pertanyaan yang menarik buatku adalah :

"Is there any difficulties when you as a woman has to talk with man especially who has important position in government such mayor? Can they put respect on you? And how you lead your staff?"

Aku ga nyangka pertanyaan itu bisa muncul di Amerika yang selama ini dalam pikiranku memberikan kebebasan kepada siapapun untuk menyuarakan pendapat. Isu gender ternyata ada dimana-mana. Kenapa harus ada ?

Sejenak aku tersenyum dan jawabanku untuk mereka adalah "Satu hal yang harus kita sadari adalah : siapapun dia dan apapun jabatannya... kita dan mereka adalah sama-sama manusia, tak ada satupun manusia punya hak merasa lebih dibanding yang lainnya. Tidak masalah pemimpin itu seorang wanita atau pria selagi kita saling menghargai satu sama lain. Sebagai seorang pemimpin, saya sangat menyadari bahwa wanita dan pria itu totally different, maka kita harus memahami perbedaan tersebut. Dari sanalah akan muncul pengertian dan rasa saling menjaga satu sama lain. Dan selama ini saya tidak pernah menemukan kendala baik dalam berkomunikasi ataupun ketika saya harus menjadi seorang fasilitator .. apapun jabatan mereka di pemerintahan. Sekali lagi kuncinya adalah : perlakukan seseorang sebagaimana engkau ingin diperlakukan."


Tanpa disangka-sangka mereka memberikan applaus. Hmm... siang yang berkesan di Castilleja. Thanks Rabb


Thursday, May 1, 2008

Mau lihat aslinya Patra ?

Mau lihat aslinya Patra ?
coba visit http://www.uwtv.org/webcast/earthquakeconf_wm9.asx  dan tunggu sekitar 15 menit ntar akan ada penampakan Patra hahahaha.... Itu sebagai bukti kalau patra itu nyata!  (ada yang iseng godain... masa mba Atik dibilang moderatornya MP hahahaha.. alias ga nyata)
thank you ya !

[US-Palo Alto] Stanford vs refreshing

"Hujan berlian di negara orang, lebih baik hujan beneran di negara sendiri." hihihi si Patra lagi bete nih.
Baru lima hari di Palo Alto rasanya udah sebulan. Alhamdulillah tugas udah ditunaikan dengan baik, tinggal satu yang belum : diskusi di Castilleja school siang ini (1 May 2008). Meeting dengan GeoHazard International udah kelar dan ubun-ubun rasanya panas banget. Kemaren diskusi sama para Insinyur di Stanford University juga udah kelar.
Oh ya, di Stanford aku dapat kesempatan belajar. Salut sama Insinyurnya US. Stanford University kan rusak parah akibat gempa 1906 sementara art gedung-gedungnya sangat bagus. Mereka harus bersiap untuk kemungkinan gempa berikutnya. Jadi, gedung yang rusak diperbaiki dan menjadi seperti aslinya kembali. Untuk retrofit sempat terjadi perdebatan karena akan merusak tampilan aslinya tapi itu tetap harus dilakukan untuk menambah kekuatan pada gedung. Begitu juga dengan reinforcement juga dengan tujuan sama tapi dengan cara yang berbeda. Setelah bongkar sana dan sini, para ahli berusaha untuk mengembalikannya ke bentuk asli. Tadinya sebelum diteragnkan aku ga tau lo... Kerja mereka rapi sekali, jadi aku ga pernah nyangka kalau Stanford itu mengalami renovasi yang menakjubkan. Perhatiin deh klo ke Stanford .
Ini belum "dihalusin" lagi setelah direinforce

Hmm... tinggal tiga presentasi lagi, Castilleja School siang ini dan Humboldt University besok siang dan Stanford University lagi Senin tanggal 5 May. Ternyata aku sadar kalau aku bukan "dosen" yang baik karena baru empat kali aja ngasih presentasi aku udah bosan, mendingan ke masyarakat deh nerangin tentang gempa dan Tsunami. Aku suka interaksi yang terjadi justru setelah presentasi. Masyarakat yang kemudian jadi saudara-saudara baru. Kalau di US, banyak juga sih teman tapi atmosfirnya ga sama ma Sumatra Barat kampungku tercinta.

Butuh refreshing nih... 
Untung aja True Friend ku rajin berkunjung setiap hari dengan segala kelucuannya, jadi aku agak terhibur di kota yang kecil ini

Tuesday, April 29, 2008

Perjuangan vs gapura

Sepenggal lirik sastra Khalil Gibran ini mungkin ga cocok sama suasana hatiku saat ini, tapi biar ah disambungin aja, "Jika kau tidak mampu bekerja dengan cinta, maka bergabunglah dengan pengemis di depan gapura candi yang bahagia menerima pemberian dari orang-orang yang bekerja penuh suka cita." (tolong betulkan kalau salah ya...)
Intinya, segala perjuangan harus dinikmati dengan penuh cinta, termasuk perjuangan cinta itu sendiri yang tak sebatas cinta antara dua manusia berlainan jenis tapi lebih dalam cinta akan firman Allah dan sunnah Rasulullah.. Hm, maka aku telah berusaha melewati semua fase perjuangan, selanjutnya aku tafakur kepada Sang Pemilik Cinta karena aku ga mau berada di antara pengemis di gapura tersebut. Memberi jauh lebih bermakna daripada menerima ....
*semoga kau mengerti*

Monday, April 28, 2008

[US-Palo Alto] What They Think about Islam

Tadi malam aku diundang salah seorang partner kerja untuk makan malam di rumahnya. Lagi-lagi aku jumpa American people yang so nice dan treat friends seperti yang seharusnya dilakukan oleh muslim. Mereka sangat hangat, ramah dan sama sekali ga dibuat-buat.
Istrinya berasal dari Perancis dan mereka punya dua orang anak, satu orang putri yang berusia 16 tahun dan putra berusia 13 tahun. Makan malam jadi semakin hangat karena ternyata sang putra sedang belajar tentang religion dan sedang memasuki pelajaran tentang Islam. Uniknya, dia ga tau apa agama gurunya tersebut karena dia mempelajari segala agama. Sampailah pembahasan tentang polygami, tentang kebebasan wanita menurut Islam dan segala seluk beluk Islam lainnya. Yang mereka pikirkan tentang Islam adalah : wanita terkungkung dan tidak merdeka dan polygami adalah hal yang mudah untuk dilakukan.
Aku terangkan semampu yang aku bisa bahwa Islam tidak pernah mengajarkan untuk mengungkung wanita tapi ada aturan-aturan yang mengikat baik laki-laki ataupun perempuan. Aku juga contohkan kalau Siti Khadijah adalah seorang pedagang sukses dan tidak pernah ada cerita beliau berhenti berdagang setelah menikah dengan Muhammad, juga tentang perjuangan Ummu Salamah, dst. Tentang polygami, sebenarnya tidak semudah yang dipikirkan oleh orang-orang, hanya sebagian laki-laki mengambil "keuntungan" dari hal tersebut. " Jelas sekali dijelaskan dalam Al-Quran :
“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja.” (An-Nisaa’: 3)
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian. ” (An-Nisaa’: 129)
Akhirnya, tadi aku kembali makan malam di rumah yang sama dan sang putra berkata "Tadi pelajaran di kelasku jadi menarik, karena aku menerangkan semua yang kamu terangkan kepada teman-teman dan guruku. Dan sekarang mereka punya pandangan berbeda. You make the difference, Patra. I know Islam better now."
Itulah peranan kita, sahabat... Do our best!
*Kamis aku diminta untuk memberikan presentasi di Castilleja School tentang peranan wanita Islam di masyarakat dan hal-hal lainnya yang bikin mereka penasaran. Semoga aku mampu*

[US] Jilbab di Amerika ?

Sambil nunggu jam mulai meeting nih. Jadi ingat pertanyaan teman-teman "Ga ada masalah tuh kamu jilbaban di Amerika ?"
Alhamdulillah, aku percaya banget, selama kita patuh sama perintah Allah dan menjalankannya dengan penuh keikhlasan, Allah bakal nolong kita kok! Banyak sekali kemudahan hidup yang aku dapatkan hanya dengan satu keyakinan ini. Aku ga pernah ngotot mau pergi ke US karena buatku semua tempat berpijak di bumi Allah ini sama nilainya, ga ada yang lebih istimewa kecuali tempat-tempat mustajab yang memang telah diistimewakan oleh Pemilik-Nya seperti Al-Mutazam, Raudah, dsb.
Kata orang-orang, sulit mendapatkan visa ke US karena berjilbab. Wah, aku sama sekali ga ngalamin tuh, bahkan aku dapat multi entry visa buat lima tahun dengan proses interview kurang dari dua menit.
Di imigrasi ?
Juga cuma ditanya kenapa masuk US dan setelah dijawab semuanya selesai.
Di conference kemaren ?
Aku diperlakukan sangat istimewa oleh panitianya padahal aku cuma salah satu dari puluhan nara sumber yang sangat berpengaruh. Tiap sebentar ditanya "Is everything good ?" sampai makanpun benar-benar diurusin karena mereka tau aku ga bisa makan yang ga halal.
Bahkan ada di antara mereka yang nyelutuk begini, "Why are you so powerful ? You are not US resident but you can make rule for us and we follow it happily. You are an extraordinary woman." Senang juga sih dikasih compliment gitu walo aku juga ga that perfect. Pernyataan ini keluar karena aku sebisanya tidak bersalaman atau tak bersentuhan dengan yang ga muhrim (walo ga mudah) dan akhirnya mereka mengerti bagaimana memberikan salam, aku ajarin yang kayak Sunda itu lo...
Nah, siapa bilang jilbab jadi masalah ?
Mau lomba manjat gunung sama aku ? Sok.... 
Mau balapan motor sama aku ? Sok....
Mau surfing? Ayuk....
hahaha ga gitu juga sih, cuma aku mau bilang "ga ada alasan untuk tidak mengenakan jilbab bagi muslimah karena itu perintah Allah dalam Alquran. Kalau non muslim aja bisa se-respect itu sama kita, apalagi saudara sendiri, ya kan ?"
Ga ada alasan "belum siap" karena aku dulu juga pernah punya alasan ini (takut teman-teman berkurang), buktinya sekarang Allah malah ngasih teman2 dari belahan dunia yang ada, lewat real conference ataupun dunia maya. Ah Maha Kaya Allah dengan segala rencana-rencananya.

Sunday, April 27, 2008

[US] How sad to say "see you again"

This afternoon, I will fly to San Francisco for other businesses. Oh, how sad to say "see you again" (dont wanna say "good bye) to mba atik's family. They are so nice and so generous, feel like I am home. I cant say more because it cant be verbalized as much as what she has been giving to me. Thank you mba!
Seattle is so peaceful, the memmories will be lasting forever...
"Hope you can feel that I love your family, mba"

Friday, April 25, 2008

Terimakasih telah mencintaiku

"Maaf akhir-akhir ini aku merasa begitu lemah dan tak mampu memberimu motivasi seperti dulu yang kulakukan di setiap kesempatan." penuh sesal aku minta maaf pada dia yang telah mendampingi hidupku bertahun-tahun. Bulir itu jatuh tanpa mampu ku bendung. Aku merasa tak lagi bisa memberi arti.
Tangannya yang masih saja kekar, walau keriput itu tak bisa disembunyikan, menggenggam erat tanganku. Matanya yang indah menatapku lekat. Ah, cahaya sayang itu tak pernah sedetikpun mengalihkan perhatianku apalagi berpaling. "Kamu begitu berarti dalam hidupku, kamu yang memberiku semangat sepanjang waktu, kamu yang begitu sabar melepasku menunaikan tugas, kamu yang selama ini mampu membuatku tersenyum di saat lelah melanda. Kamu juga telah membahagiakan aku dengan didikan yang baik untuk anak-anak kita. Kesetiaanmu adalah motivasi hidupku. Istirahatlah.. kapan saja kau merasa lelah. Sebentar sayang, aku akan membuatkanmu kopi."
Sosok sederhana itu berlalu.. dan aku masih saja tergugu. Kini aku dan dia sama-sama telah lelah.. jalanpun telah tertatih-tatih tapi dia tetap setia membimbingku, menggenggam tanganku seakan rambut kami belum memutih. Terimakasih telah mencintaiku.... hanya itu yang mampu aku ucapkan.
"Udah lama ya Pat kamu nunggu?" Tiba-tiba mba atik membuyarkan lamunanku (Ah mba.. kopiku kan belum datang hehehe..). Rabbani dan Dhani yang tampan menggantikan wajah tua itu. Ya ampun! Gara-gara ngelihat kakek nenek (kira-kira 75 th) Amrik melintas di depanku begitu mesranya, aku mengkhayalnya jadi kejauhan... hehehe....  Amin ya Rabb
*25 April 2008 07 pm Seattle-saat menunggu mba Atik menjemput setelah conference bubar*

Tuesday, April 22, 2008

[US-Redmont] Nice momment with Atik and Yurinda

Aku senang sekali ! Penuh syukur karena aku punya teman-teman yang baik hati. Tanggal 20 kemaren aku ketemu Yurinda http://yurindasaputri.multiply.com.

Mba Atik yang kakak banget begitu sabar ngemong adiknya yang satu ini, ga tahu mesti bilang terimakasih kayak gimana deh. Sebelum ke rumah Yurinda, aku dan mba ku yang cantik ini masih sempat-sempatnya menyalurkan hobi narsis di Martha Lake, layaknya model profesional kami senyum sekembang-kembangnya hahahaha... hidup ini indah dan harus dibuat lebih indah.
Seattle memang damai, jauh dari hiruk pikuk kota besar.. benar-benar adem, semuanya serba teratur dan indah (pantesan mba Atik betah)
mba Atik nan cantik dan baik hati
Lalu, meluncur deh ke rumah Yurinda bareng dua cowo ganteng bernama Rabbani (Ogie) dan Ramadhani (Dhani). Hmm... the kids are so nice. I really like them.
Mba Atik driving bentar, nyampe deh di rumah Yurinda dan langsung disambut ama Mas Oyi (suaminya Yurinda) trus tiga orang putranya yang lucu-lucu. Duh, jadi berasa di Indonesia... Hmm.. emang laen rasanya ketemu teman sebangsa di negeri orang yang jauh.
Yurinda datang! bawa makanan banyaaaaaaaaaaaaaaak banget! O, ternyata si ibu nan cantik itu belanja buat menjamu dua tamu nya yang ga sungkan untuk disuguhi hahaha..
Ssst... sekedar bocoran nih, Yurinda itu baby face, wajahnya ABG banget ! Orang masih bisa ketipu klo dia jalan sendirian hehehe Peace Yur ! (lihat aja sendiri klo ga percaya)

Yurinda nan baby face
Saking dekatnya ama sumber makanan, ga nyadar ternyata aku ngunyah terus hehehe.. ada es teler feat nata de coco pula uih enaknya !! Tetap donk hobi berfoto disalurkan (ga bisa lupa nih.... )

Udah gitu, Yurinda dan mas nya bikin kejutan Ultah buat mba Atik, pake cake Tiramisu ... ada birthday gift juga donk! Wah tu mba Atik terlihat terharu banget walo ga mencucurkan air mata..

Selama ngobrol, rasanya kita bertiga ga berhenti tertawa.. tiga orang wanita MP berwajah calm tapi talkactive ternyata cepat sekali menyamakan frekwensi. Yurinda? Jangan tanya deh, gokil nya balapan sama mba Atik hahahaha...
Thank you, sisters... I love you !!!


Sunday, April 20, 2008

Tuhan Sembilan Senti

sumber gambar : whitmancounty.org
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok, tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia, dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.
Tulisan Taufik Ismail ini, sangat menginspirasi kehidupan kami akhir-akhir ini. Secara jujur, keluarga kami sangat tergangggu, dengan tuhan-tuhan mereka ini. Apalagi, ketika banyak tamu yang cukup lama dengan tuhan-tuhannya, main dirumah kami, sambil berdiskusi..
Berani hadapi tantangan, untuk meninggalkan tuhan-tuhan ini!!! Bagaimana pendapat Anda???
 dari websitenya mas Amri : http://masamri.multiply.com/journal/item/18/

[US] Sisi Lain Amerika dan Harapan untuk Indonesia

Aku ga akan bisa menyangkal kalau aku sungguh terpesona dengan sebuah negara bernama Amerika. Bukan berarti aku pro Amerika. Sekali lagi, aku benci perang yang dikobarkan dimanapun, apalagi di tanah muslim saudaraku sendiri. No way! Dimanapun yang namanya kekejaman aku ga suka ! Never!
Di Amerika pun, masyarakatnya udah putus asa sama ulah Bush yang bikin citra negara mereka buruk di mata bangsa lain. Mereka juga benci perang, bahkan di jembatan-jembatan khususnya di Washington State digantungkan pita kuning tanda berduka sebagian sanak kerabat terhadap saudara mereka yang tewas dalam peperangan. Tentara-tentara dipisahkan dari sanak keluarganya dan tak sedikit yang pulang dalam keadaan "jiwa yang sakit". Mereka disuruh "membantai" tanpa mereka tahu kesalahan orang yang mereka "bantai" terutama di Irak sana.
Sementara negara-negara lain tetap menghujat negara yang mereka cintai dan mereka menjadi bagian dari "kebiadaban" tersebut. Akhirnya, ada pengharapan kepada Obama yang dinilai lebih punya sensitivitas untuk mengakhiri perang dan menebar kedamaian seperti hati-hati orang Amerika yang aku temui dalam hidupku. Mereka yang dikirimkan Allah untuk merubah wacana berpikirku tentang bangsa lain, tak peduli mereka dari Amerika atau bukan. Setiap orang berpotensi untuk baik dan berpotensi juga untuk jahat.
Bagaimanapun aku salut dengan Amerika yang serba teratur, yang mampu menata negaranya menjadi negara maju walaupun potensi sumber daya yang mereka miliki ga sebesar yang dimiliki negaraku Indonesia. Aku salut sama Amerika yang mengerti hukum, yang berhasil membuat masyarakatnya tidak diperbudak oleh rokok, bahkan iklan rokokpun tidak boleh dipajang dalam bentuk Billboard (yang ada malah himbauan untuk meninggalkan tembakau) sementara negaraku masih sangat bergantung dengan perusahaan rokok. Aku salut sama masyarakat Amerika yang mampu menjaga kebersihan, bahkan bepergian ke dalam hutan pun sempat-sempatnya membawa plastik sampah. Negaraku belum seperti itu karena dari mobil bermerk dan keren masih bisa terbang kulit pisang ke jalan raya. Aku salut sama film-film Amerika (kecuali yang sadis) yang mampu membuat dialog-dialog yang cerdas, imajinasi yang tinggi untuk kemajuan ilmu pengetahuan, belum seperti di negaraku yang layar kaca rumah tangganya masih dihiasi dengan iri dengki kaum perempuan memperebutkan laki-laki dan sebaliknya plus hal-hal mistik di luar jangkauan akal sehat (ga mutu banget kan?).
Masih terlalu banyak yang harus dibenahi dan ga akan mungkin berhasil kalau tidak dimulai dari diri sendiri. Jika tak ingin dihujat, maka kita harus mampu bersatu padu untuk menunjukkan bahwa kita adalah bangsa bermartabat dan mampu mencerdaskan bangsanya.
Berhentilah merusak aset sendiri, redamlah kemarahan, salurkan aspirasi dengan elegan, maka orang akan melihat Indonesia sebagai negara yang besar. Memangnya kita kurang apa ?
Ayo.. mari mulai dari diri sendiri!

Tuesday, April 15, 2008

[US-Lynwood] Alhamdulillah.. udah di rumah mba Atik

Alhamdulillah, tanpa rintangan aku nyampe di Seattle. Semua lelah terbayar ngelihat wajah mba Atik yang cerah menjemputku. Semuanya baik-baik saja. Berangkat dari Cengkareng menuju Taipei pukul 2.40 pm, dari Taipei ke Seattle boarding pk.22.30 waktu Taipei. Ternyata dari Taipei ke Seattle lebih lama dibanding dari Tokyo ke Seattle -makan waktu 10 jam. Sebisanya aku berusaha "menipu" tubuh agar ga jetlag. Soalnya besok (16 April pk.9) dah harus ke Ocean Shores bareng Brian Atwater.
Sssst... mba Atik lagi sibuk tuh di dapur menservis tamu nya yang banyak permintaan hahaha...
Mba ku emang mba banget deh! Mother banget juga. Sembari nyiapin "meals" buat aku, anak-anak juga diserve dengan baik.
Sepanjang jalan kita belajar tentang "pelajaran" yang bisa diambil dari Amrik. Kenapa mesti alergi sama Amerika? jika banyak hal-hal yang diajarkan Al-Quran diimplementasikan di sana? Tentu saja tidak semua hal baik, tapi ga ada salahnya belajar dari yang baik, kan ?
Udah ya.. aku istirahat dulu...

Monday, April 14, 2008

Akhirnya pertanyaan itu datang juga

Dulu aku sempat becanda ama sodara dan teman-temanku bahwa aku akan menikah sebelum ponakanku sempat bertanya, "Bunda, om nya mana ?" dan itu aku perkirakan ketika ponakanku udah ngerti klo tiap orang punya pasangan. Ya... kemungkinan akan terjadi pada tahun 1010 karena pada saat itu (tahun 2004) ponakanku baru aja lahir. Rencana tinggal rencana...
Kemaren pas lagi nyante ama seisi rumah di Bintaro, tiba-tiba Rafi -ponakanku yang masih berumur 4 tahun (ulang tahun tanggal 11 April ini) bertanya (tanpa ada pendahuluan, red), "Bunda, bunda kapan baralek ?" (baralek = kenduri dalam bahasa Minang). Haaaaah...?? ga salah nih pertanyaannya?! Trus aku tanya lagi buat meyakinkan hati. "Apa Bang?". Dia mengulanginya sama persis, "Bunda kapan baralek?". Aku tergelak ... itu wajah polos banget.
Trus aku tanya lagi, "Emang penting ya bunda baralek?".
Rafi, "Iya donk Bunda, Bunda Selfi aja tadi baralek. Serius lo Abang." Dia berusaha meyakinkanku dengan ngasih perbandingan. Tadi siang Selfi -sepupunya lala (adik iparku)- dilamar. Ternyata Rafi belum bisa bedain lamaran ama pesta pernikahan.
Ya ampuuuuuuun, ini sama sekali tidak sesuai dengan rencana hahaha... mana orang yang tadinya ada dalam doaku udah mengundurkan diri pula. Aku harus hunting secepatnya nih. Engkau mengerti kan Rabb ? Amin.
Rafi.. Rafi... Bunda harus baralek ama siapa ?

Monday, March 31, 2008

Search nama sendiri di google

Suatu hari aku ke kantor teman dan ngelihat dia senyum-senyum sendiri mandangin layar monitor. Hati tergelitik buat  nanya, "Lagi ngapain sih? Ayo lagi baca surat cinta ya?" gitu aku menggodanya.
Trus dengan santai dia menjawab, "Kamu pernah coba search nama sendiri di google ga ? Aku barusan iseng nyoba dan ternyata banyak juga lo.... hahaha.. lucu aja aku ada di Google". Dia kembali tersenyum ... senyumnya menjelaskan klo dia bahagia sekali.
Hari ini aku lakukan hal yang sama.. dan memang aku bisa senyum selebar sobatku itu. Search patra dewi + kogami ... ups, ternyata lumayan banyak juga.
Moga ini bukan narsis tapi lebih bagaimana memberi arti pada diri sendiri dengan potensi yang diberikan Allah. Wajib bersyukur karena bisa diambil kembali kapan aja.

Friday, March 28, 2008

Mudik Ceria (cerita libur panjang 21-23 Maret 2008)

Belum telat kayaknya buat nyeritain perjalanan liburan kemaren. Aku yang biasanya jarang pulkam, paling banter juga sekali setaon. Soalnya, ga ada lagi keluarga dekat di kampungku (Bukittinggi), semuanya dah pada MERANTAU. Minang Sejati !! Akhirnya, klo orang selalu mikir mudik klo ada libur panjang, aku malah bingung mau kemana.
Alhamdulillah Allah Maha Mengerti, aku dikasih keluarga besar dari sebuah daerah yang masih asri, namanya Simpang Sugiran (Simsugi), jadi deh aku punya kampung sekarang. Sst.. sebenarnya itu kampung sisterku Mega dan Bro ku Fadhly. (Thanks ya!). Senang, jadi aja aku punya keluarga besar.
Nah, liburan panjang kemaren aku dan Ega benar-benar menikmati suasana kebersamaan walo waktunya sangat singkat.
Sistaku mancing maksa karena ikannya udah kenyang makan kotoran ayam
Walo hari Sabtu nya hujan seharian tapi ga jadi halangan buat kami yang emang doyan shopping and wisata kuliner hahaha...  Bayangin aja dalam waktu 3 jam kami bisa makan soto, sate dan baso di tempat yang berbeda. Sedaaaap! Didukung ama suasana yang mendung pula, jadi aja laparnya berlipat-lipat. Eh belum dihitung makan normal di rumah. Untung aja aku punya papa mama yang baik hati, jadi mereka paham aja ama anaknya ini, yang selalu lahap makan di setiap kesempatan. (Bener gitu kan Sist?.. PD banget ya?).
Beli batik buat mom tercinta
Lucunya, lokasi yang paling diminati di rumah adalah DAPUR, segala kreatifitas bisa disalurkan di sana, mulai dari masak (ini mah mama jagonya...), bikin kue (kita yang coba-coba ya De?.. hasilnya donat yang bisa dibilang enak), bikin makanan selingan kayak Kwetiau Goreng (uni nih masternya) atau cemilan yang slalu hangat kayak goreng tempe (Sistaku expertnya) tapi sssst... ada juga bagian "sapu jagad" nya (ini mah hak nya para ponakan). Nah lo tu ... ? Banyak banget kan fungsi dapur ?
Bikin donat kentang - hmmm yummy !
Udah gitu, sempat pula bikin teater mini dengan film andalan Ayat-Ayat Cinta. Lihat aja deh hasilnya .. langsung ada "korban" film ini.
(Korban Ayat-Ayat Cinta (berharap dapat Fahry )
Pokoknya klo diceritain semua, kayaknya perlu sambil ngopi deh... Intinya, liburan kali ini sangat menyenangkan!
Di atas angkot - keluar dari Simsugi
 
Bawa ke Padang ah buat nge-gulai!

Monday, March 17, 2008

Menyayangi dengan tulus

Ada yang pernah sakit hati karena sebuah hubungan berakhir ? Atau ada yang berhenti menyayangi seseorang karena harapan tak tercapai? Atau menyayangi seseorang karena merasa hutang budi ?
Coba deh tanya hati kecil... "Benarkah itu sebuah kasih sayang yang tulus?"
Hmmm...  dalam prinsipku bilang "itu bukan sayang yang sesungguhnya" karena bukankah dalam menyayangi tidak akan ada sakit hati ? tidak akan ada istilah hutang budi ? Kecewa sih boleh aja.. tapi klo sampai marah dan dendam serta memutuskan silaturahmi ? Duh, kayaknya perlu dikaji deh.
Bukankah prinsip hidup kita "Rahmatanlil'alamin?" ... (membawa rahmat untuk sekalian alam). Nah kalau udah gini...  masa harus sakit hati?
Trus gimana donk?, masa kita ga boleh marah ? Ga boleh kecewa ?
Ops tentu boleh banget, yaitu apabila sodara atau teman kita udah ga bisa nasehat menasehati dalam kebenaran, yang akan membawa kepada jalan yang tidak diridhai Allah.. nah ini perlu marah, perlu kecewa atau menjaga jarak agar tidak terpengaruh pada sisi kemudharatan yang dibawanya. Tapi sebisanya kita tetap menjaga agar bisa menjadi "reminder" buat mereka yang sedang "lengah". Wallaahu a'lam.
Aku menyayangi kalian...  hanya karena aku dititipkan kasih sayang oleh Allah dan aku telah berjanji untuk menebarnya.

Tuesday, March 11, 2008

Love Story from US

Before I write this story, I'd like to inform you that I dont care what people think about American people. I just want to tell you what kind of feeling that I have for my friends in that country.
I am grateful God sending me friends from everywhere. He knows that I can not live alone, he knows that I have so much love to share because He has created love since I was born.
I still remember at the first time I decided to sail with volunteers from US, called Surfzone Relief Operations, I had conversation with some friends
F : "Dont you feel afraid sailing with people who you dont know?"
M : "Should I ?"
F : "You know they are from America"
M : "Then, what ? What's wrong about that?"
F : "I hate America, they have been attacking our brothers and sisters in Afghanistan, in Iraq, in everywhere they like. They are so cruel!"
M : "I agree with you, I dont like war at all! but I believe that mostly people in America dont like war eithter. They are human being like us. I have no reason to hate somebody that I dont know. For me, as long as somebody treat me nicely, he/she is my friend ever!"
F : "I still cant believe that you will go with them"
M : "Whatever, I like to have friends... because God asks me to love every creature in this world, and I love Allah very much. I always know what the best for me because I know that Allah is with me at anytime."
Believe or not, I have true friends from US. They are so nice. How can I hate them ? They help me to keep my faith in place. Even though they are not moslem, they always remind me to pray on the prayer time. It is so touch when they say, "Dinda, it is time to pray! Dont be a bad moslem!" Then, I have to pray right away because they just know that I should pray on time. Wow, so wonderful friends, right ?
That's way I love them because Allah have sent them to love me.
Thank you

Wednesday, March 5, 2008

Kursus Singkat Multiply

Wah... masih rame nih, tetap aja masih di foodcourt. Gw jadi agen Multiply... benar-benar prihatin ama kemampuan teknologi teman-teman (hahaha.. jadi aja makin rame hihihi...). Sssst... ga mau bilang sih sebenarnya, (pura-pura ga tau ya)...
yah,....tadinya mah mau disebutin namanya satu-satu tapi pada PROTES tuh (Didi kali tau ya Di.. biasalah selingkar Jamparing dan KPAD) huahahaha... silakan tebak. Ini juga lagi nyontohin cara nulis blog ke mereka nya hahahaha... heboh dah!

Reunian di Bandung....

Alhamdulillah acara workshop Tsunami Early Warning System (TEWS) kemaren lancar, itung2 latihan buat bisa presentasi pas Earthquake National Conference ntar bulan April. Ternyata lidah masih aja patah-patah saat cas cis cus, limit waktu aja yang bikin speednya rada bisa ditingkatkan, hehehe..
Sekarang lagi reunian deh ceritanya ma teman-teman seperjuangan dulu di Bandung (6 Maret 2008) dan disempatin deh nulis mumpung ada hotspot gratis di foodcourt dekat Daarut Tauhiid.
Belum banyak yang bisa diceritain sih selain senang aja jumpa teman-teman dengan segala kehebohannya yang masih kayak dulu. I am happy!!
Ntar disambung deh....

Friday, February 29, 2008

Aku yang tak biasa

Belakangan ini banyak sekali hal yang "nakal" dan doyan gangguin pikiranku secara bertubi-tubi. Aku sudah lama sekali menyetel tubuh ini untuk tidak menangis ketika ada masalah "JANGAN PERNAH MENANGIS KLO ADA MASALAH, GA AKAN SELESAI DENGAN TANGISAN!" Gitu selalu sugesti yang aku terapkan dan ternyata BERHASIL !
Sekarang aku malah kena batunya. Emang benar setiap ada masalah AKU GA BISA NANGIS SAMA SEKALI padahal dalam hati rasanya sesaaaaaaaaaaaak banget pengen dilepasin. Ih, sebel juga ga bisa nangis karena ada masalah.
Anehnya, aku gampang banget nangis ngelihat hal-hal yang emang "touching" bahkan jarang lo aku ga nangis nonton Three Wishes, Nannya 911 dan film-film yang emang nyentuh banget ke perasaan. Ngelihat ibu cium anaknya aja aku bisa netesin air mata. Tapi ketika diperlukan, air mata itu sama sekali ga bisa keluar. Huh.... !
Untung aja, aku masih bisa nulis dan beban itu bisa lepas setengahnya. Dan masih sangat bersyukur aku punya sahabat-sahabat setia yang ngerti aku banget. Walo kadang ga sepenuhnya bisa menghibur karena "ada seorang sohib yang suka sama kisahnya ma aku" ... jadi semuanya sama, dari mellow, pinky-pinky ampe patah hati, hahaha.....
Aku memang tak biasa. Begitu kata teman-temanku. Bisa cepat melupakan masalah dan kembali ceria. Hihi mereka ga tau aja dalam hati seperti apa but that's a compliment for me. Thank you, sobat!
Makasih untuk True Friend ku yang selalu bisa bikin aku bersinar lagi.... You are the best!

Saturday, February 16, 2008

Kenapa harus malu?

Mungkin teman-temanku akan sangat setuju ngejulukin aku manusia paling cuek sedunia .. (Peace......... !), soalnya aku malas banget mikir ruwet-ruwet tentang masalah remeh temeh.
Pernah ngalamin sol sepatu copot ga ? Di tengah kerumunan pesta pula? Aku pernah tuh dan ga shock, engga malu juga.
Kenapa harus malu?
Sepatu itu sepatuku kok! Klo copot pada saat itu, ya emang udah saatnya harus copot...  ya kan? Nah, giliran hari itu aku yang kepilih buat ngalamin itu.
Gitu juga ketika mau berfoto di keramaian.. ada temanku yang ga mau, malu katanya dilihat orang. Aneh hehehe.. kamera sendiri ...  kok mesti malu?
Klo nyolong atau bohong .. itu baru harus malu. Tul ga ?
Enjoy aja deh, hidup ini singkat .. masa mau menderita untuk hal-hal kecil. Semangaaaaaaaaaaat!!! Aku suka banget ma iklan mentos yang mendidik (sst... bukan mau jualan lo..)

Wednesday, February 13, 2008

Nostalgia Edelweiss

Sabtu, 10 Februari 2008 pk. 16.00

HP ku berdering, tertera nama Anos di situ.  Aih senangnya! Anos bilang kalau Anda (Iskandar) salah seorang teman seangkatan kami juga sedang berada di Padang bersama keluarganya (istrinya Ana dan putrinya Yasmine). Entah kenapa, walaupun udah sepuluh tahun kami berpisah setelah menamatkan kuliah, atmosfir “perkuliahan” itu tetap ada.
Kalau orang lain akan bilang masa-masa SMA adalah masa paling indah, seperti lagunya Paramitha Rusadi “Nostalgia SMA kita.... masa-masa remaja ceria.. masa paling indah...”. Hmm... buatku masa kuliah lebih indah. Kami disatukan dengan adanya OPSPEK yang mengesalkan, menggelikan sekaligus mengharukan. Kata senior-seniorku dulu, karena kuliah di Biologi dituntut untuk berada banyak di lapangan, maka kami harus ditempa sedemikian rupa agar tidak lemah dan tidak mudah dilemahkan.  Hingga akhirnya kami menikmati OPSPEK tidak lagi sebagai bentuk perpeloncoan tapi sebagai piknik akhir minggu. Enam bulan lamanya dalam hardikan kasih sayang senior telah menumbuhkan rasa kebersamaan dan persahabatan yang dalam di antara kami.
Lagu YANG TERLUPAKAN – Iwan Fals dan bunga EDELWEISS menjadi lambang kasih sayang di antara kami (Duh, jadi kangen deh ama semua Edelweis... how are you doing now?).
Sehingga ada semacam kalimat “kutukan” bahwa “TAKKAN ADA SATUPUN ANGGOTA EDELWEISS YANG AKAN BERTAHAN KALAU JADIAN, KARENA KITA SEMUA ADALAH SAUDARA!”
Wallaahu a’lam kenyataannya memang seperti itu. Beberapa orang teman-teman yang mencoba untuk menjalani kisah kasih harus pasrah ketika “kutukan” itu menjadi kenyataan. Alhasil, memang tak ada seorangpun berhasil menuju pelaminan hingga rasa persaudaraan itu kian kental. Silaturahmi tetap bisa dibangun dengan baik walaupun ada sejumlah teman berjudul “mantan” dari yang lainnya. Enam tahun ditempa oleh terasingnya kampus dari hiruk pikuk dunia dan “ranjau-ranjau” rimba belantara telah membuat kami DEWASA baik dalam berpikir maupun bertindak. Dalam kesempatan reuni, nostalgia kisah kasih tersebut jadi bahan pemeriah suasana, ledek-ledekan pun tak terhindari lagi (jadi kangen banget nih... ).
Kalau orang lain masih bisa mengatakan “Aku ga suka makanan ini, ga enak”, kami bahkan telah menjudge bahwa semua makanan itu enak (selagi masih halal). Karena sering menjelajah hutan menghantar kami pada rasa syukur tak terperi dengan semua pemberian Sang Khalik, karena tak jarang kami makan “makanan basi”.
Sebagai Biologist, Kuliah Lapangan adalah salah satu pendukung perkuliahan karena kami harus mengenali hewan, tumbuhan, pengklasifikasian, cara hidup, pertumbuhan dan perkembangannya dan itu hanya bisa dilakukan dengan melihat langsung ke habitat mereka. Hal itu menyebabkan kami harus menjadi petualang dan penjelajah rimba raya ssttt... dengan dibekali ilmu jelajah hutan seadanya menyebabkan insting kami terlatih sedemikian rupa, Alhamdulillah. Alat bantu yang biasanya kami bawa hanyalah parang dan tali temali. Jika terpisah jauh, kami tinggal berteriak sekencang-kencangnya melalui suara perut “Oooooouuuuu.....p!” sebagai tanda minta ditunggu. Komunikasi yang terasa sangat indah di saat hanya Allah dan teman seperjalanan yang bisa diandalkan.
Kembali ke masalah makan. Tak jarang kami harus pergi ke rimba-rimba di Kabupaten lain seperti Pasaman, Padang Pariaman, dan sebagainya sehingga untuk logistik diadakan pembagian tugas. Sebelum berangkat, ada beberapa orang yang ditugaskan untuk memasak lauk pauk sebagai bekal. Kadang kala pengemasannya terburu-buru dan ketika perut sedang lapar-laparnya bau bekal tersebut menyeruak dan mematikan selera dalam sekejap tapi sekali lagi, mau cari makan kemana ? Maka, makanan “basi” tersebut telah ikut membantu meningkatkan kekebalan tubuh para Edelweiss (maksa sekali ngeles nya). Atau tak jarang, di tengah penjelajahan turun hujan deras. Lauk yang tadinya menggiurkan seperti “Nasi Dendeng Balado” jadi nasi putih berkuah hujan dan daging lunak yang pucat.
Sekali lagi, dalam langkah kebersamaan, semua itu terasa enak, enak dan enak. No complaining about food!
Sekarang, walaupun sudah saling berjauhan, kami masih bisa tetap bertemu muka dengan adanya email angkatan dan blog angkatan http://bio91.multiply.com (jadi klo mo lihat Patra yang masih culun, boleh kok berkunjung ke sini). Setiap membuka halaman ini, sejuta kenangan masa-masa indah di perkuliahan akan menyeruak, menghadirkan getir, senyum dan tawa (I still have you in my heart, friends).
Aku sangat bersyukur dikaruniai teman-teman yang baik hati. Kami tak pernah merasa dibatasi oleh jabatan, pangkat, gelar atau apapun asesories dunia lainnya. Persahabatan yang terjalin hanyalah karena ingin bahagia bersama karena kita sama! Sama-sama hamba Allah. Jadi, ga akan ada yang alergi klo diajakin reunian, malah jadi kebutuhan mutlak! Makasih ya Rabb...
Seperti malam itu, ketika Anda dan Anos bertanya, “Udah berencana menikah, Pat?”. Terang donk jawabku, “Udah, insya Allah di bulan Juni tahun ini” sesuai dengan resolusi 2008 yang kubuat (teteeeep......!). Dan.... mereka memang bukan orang kebanyakan, mereka adalah orang-orang spesial yang menjadikan aku istimewa seperti sekarang ini. Kata-kata yang keluar dari lisan merekapun mengandung kebijaksanaan yang membuatku semakin berterimakasih dengan kehadiran mereka.
Anda melanjutkan kisahnya menemukan pendamping yang  tidak semudah berteori, Anos pun sama dan akhirnya mereka mengatakan, “Percayalah Pat, jodoh itu bukan kita yang mengatur. Segimanapun kita menjalin sebuah hubungan tapi kalau bukan itu jodoh kita tetap aja ga akan jadi. Suatu saat akan ada “klik” di hati yang membuat kita berani membuat keputusan untuk menikah. Itulah jodoh kita.” Jadi terharu.... 
Makasih sobat, nasehatmu sangat menyejukkan hati di saat pertanyaan-pertanyaan lain mengacaukan perasaan. You are really my best friends. Semoga kita dipertemukan lagi di surga Allah, bahagia dunia dan akhirat. Amin.

Polygami Sakinah

Ini bukan mau ikut-ikutan cerita tentang polygami atau berteori tentang polygami. Aku selalu berharap kepada Allah agar dijauhkan dari ujian hati yang satu ini. Bukan berarti juga aku anti polygami tapi aku sadar kalau aku belum bisa mencapai tingkat keimanan seperti isteri-isteri Rasulullah. Bahkan, Siti Aisyahpun tak bisa menyembunyikan kecemburuannya kepada Bunda Khadijah yang tak pernah ditemuinya.
Namun ternyata Polygami sakinah itu memang ada, benar-benar nyata! Tentu saja terlepas dari kecemburuan-kecemburuan atau konflik yang hanya mereka saja yang tahu (manusiawi sih...).
Ceritanya, aku dan tiga sobatku : Evonk, Ceceu dan Umaya berkunjung ke rumah Mas KR dua minggu yang lalu, tepatnya ke rumah Mas KR dengan istri keduanya Mba NN. Itu kali pertama kami berkunjung setelah kira-kira tiga tahun yang lalu mas KR menikah lagi.
Berselang  15 menit setelah kedatangan kami, mba T sang istri pertama menyusul dengan enam orang anak. Hebring! Tak terlihat wajah kesal atau jenis ketaknyamanan lainnya.
Oh ya, mba NN tengah hamil anak kedua setelah sebelumnya melahirkan anak pertama hampir berbarengan dengan mba T yang melahirkan anak keenam. Bahkan dari cerita mas KR, mereka bergantian menjaga! Ketika Mba NN harus dioperasi caesar, mba T dengan sabar nungguin mba NN dan belum cukup satu bulan jaraknya, giliran mba NN yang nungguin mba T yang juga harus dioperasi caesar. Cerita mas KR pun diamini oleh mba NN dan Mba T ditingkahi dengan canda-canda yang hangat.
Mas KR terlihat sangat arif di antara kedua istri dan anak-anaknya. Panggilan “Cinta” tiap sebentar mengalir dari wajahnya yang tirus namun tegas. Kharisma kepemimpinannya telah menggiring kedua istrinya untuk ikhlas menjalani takdir yang telah diperuntukkan Allah bagi mereka. Ah.... aku rasa aku takkan pernah sanggup ya Rabb...
Lalu, mereka sudah disibukkan oleh anak-anak yang berseliweran. Terlihat betapa begitu bahagia dan tulusnya mereka mengasuh putra-putri yang berjumlah total tujuh orang itu tanpa sedikitpun terlihat pilih kasih. Anak-anak itupun patuh kepada dua orang Ibu mereka dengan kadar yang sama. Ah, aku hanya bisa menikmati pemandangan itu dengan kalimat tahmid, ku rasa teman-temanku juga begitu.
Beranjak dari rumah mas KR, di dalam taxi tak henti-henti kata Subhanallaah meluncur dari bibir kami berempat. Ternyata ada ya Polygami sakinah ? Tak disadari, kami berebutan memberi pujian untuk mas KR dan keluarga besarnya. Benar-benar calon penghuni syurga! Mereka mampu menyingkirkan keegoisan atas rasa ingin memiliki yang sesungguhnya tak pernah ada di dunia ini.
Lagi-lagi...  aku berharap ujian itu tak menghampiri hidupku walau aku telah melihat contoh Polygami sakinah. Ampuni aku ya Rabbi...  aku benar-benar belum sanggup seperti mereka...
Catatan :
Anda salah besar kalau membayangkan mba NN lebih cantik dan lebih muda dibanding mba T. Yang artinya mas KR menikah tidak karena “kecantikan” atau “kemudaan” mba NN. Biarlah hanya mereka yang tahu alasan dan tujuannya.

Monday, February 11, 2008

Tiga Tayangan Pelembut Hati (nonton deh...)

Aku termasuk yang jarang nonton TV, tapi tiga tayangan berikut ini sebisanya ga terlewatkan (eit ini bukan promosi siaran TV lo ya.... ) karena aku anggap sangat bermutu, bisa melembutkan hati. Aku yang pantang menitikkan air mata tak kuasa untuk menahan buliran itu jatuh. Banyak episode yang menyentuh relung hati terdalam sih..
  1. OPRAH SHOW di Metro TV tiap pagi terutama Jumat-Minggu pk. 10.00. Oprah sekaligus yang menginspirasiku untuk menjadi LEBIH BERARTI bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan
  2. THREE WISHES, tetap di Metro TV tiap Sabtu pk. 20.00 tentang usaha orang-orang yang peduli untuk mewujudkan impian orang lain. Sering banget bikin aku nangis huhuhu... Betapa ternyata melihat binar mata kebahagiaan orang lain di saat impiannya terkabul sangat menyesakkan dada "ingin sekali bisa seperti mereka..."
  3. NANNY 911, masih aja di Metro TV tiap Sabtu pk. 16.00, tentang Nanny yang punya misi memperbaiki keutuhan keluarga baik komunikasi suami istri maupun permasalahan anak-anak... juga sering bikin aku menitikkan air mata
Ga rugi deh klo nonton

Bertemu mantan ?

Pada pernah ga sih bertemu sama mantan kekasih? Trus gimana perasaannya ? Apa hubungan silaturahmi tetap bisa dijaga dengan baik? Atau malah jadi berantakan ? Sharing yuuuuk....
Aku mau cerita ini hanya untuk berbagi ibrah ma teman-teman karena buat aku masa lalu ga harus dihapus pun tak harus membayang-bayangi kehidupan masa sekarang.
Takkan pernah ada KITA yang sekarang ini tanpa melewati perjuangan -apapun bentuknya- di masa lalu. Menyakitkan atau membahagiakan, masa lalu lah yang membuat kita bisa menjadi pribadi KOKOH seperti sekarang ini (insya Allah....).
Minggu kemaren aku bertemu dengan dia –seseorang yang berarti  di kehidupanku,  terutama di masa-masa SMA.
Catatan : aku tidak mau memakai istilah PERNAH BERARTI, karena setiap orang yang pernah hadir di hidupku, buatku selalu akan punya arti dengan porsinya masing-masing
Aku ga akan membuka lembaran itu! Biarlah tetap tersimpan rapi di salah satu sudut memori. Hanya tak pernah terbayangkan hubungan silaturahmi ini bisa kami jaga dengan baik dalam bingkai persahabatan yang indah, yang tanpa lagi melibatkan perasaan “itu”. Hubungan yang saling menghargai dan saling mendukung untuk kebaikan masing-masing. Lima belas tahun! Cukup lama bukan ? Bahkan aku dan istrinya (yang juga teman SMA ku) juga bisa ngobrol dengan leluasa tanpa diganggu oleh kecurigaan.  Alhamdulillaah...
Dalam hati terpatri bahwa aku harus memahami bahwa setiap orang punya masa lalu. Maka aku akan sangat menghargai jika suamiku nanti juga ingin menjaga silaturahmi dengan orang-orang yang pernah berarti dalam hidupnya. Selayaknya aku bersyukur karena mereka ikut berperan untuk menjadikan suamiku seperti harapanku (hehehe aku yang ngotot pengen nikah tahun ini. Amin). 
“Siapapun orang yang hadir di masa lalumu, baik atau jahat, dia ikut berperan menjadikanmu seperti sekarang ini” (sms yang aku dapat dari seorang sahabat sehingga aku bisa menghargai setiap episode hidup yang aku lalui, terimakasih).

Terimakasih buat dia yang telah mampu menempatkan silaturahmi ini dalam wadah yang tepat.
Terimakasih juga buat istrinya yang mengerti bahwa aku dan dia tetap ingin bersahabat.           
Terimakasih buat diriku sendiri yang mampu menjaga murninya persahabatan di jalan yang diridhai Allah.
Terimakasih buat dia yang sekarang membuat hari-hariku selalu indah.... ehem...
Terimakasih buat teman-teman yang selalu menjaga langkahku... You are the best!